History

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Perkembangan Fakultas Ilmu Sosial UNNES tidak dapat dipisahkan dari perkembangan fakultas-fakultas di lingkungan Lembaga ini yang sebelumnya bernama IKIP Semarang. IKIP Semarang telah dimulai pada tanggal 01 Januari 1961 dengan nama kursus B-I dan kursus B-II yang diintegrasikan ke dalam UNDIP dan menjadi sebuah Fakultas yang bernama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pada tahun 1962, Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (PD dan K) mendirikan lembaga pendidikan guru yang baru yaitu Institut Pendidikan Guru (IPG) dengan fungsi dan tujuan yang sama dengan FKIP. Untuk menghindari adanya dualisme dalam pendidikan guru tingkat Universitas, Presiden dengan Surat Keputusan tanggal 3 Januari 1963 No. 1/1963 menyatukan FKIP dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) yang setaraf dengan Universitas di dalam lingkungan Departemen PTIP.

Keputusan Presiden tersebut di atas disambut dengan pendirian IKIP melalui Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 22 Mei 1963 No. 55 tahun 1963. Sebagai tindak lanjut, diterbitkan Surat Keputusan Bersama Menteri PTIP dan Menteri PD dan K tertanggal 4 Mei 1964 No. 32 tahun 1964 tentang penyatuan FKIP dan IPG ke dalam IKIP. Namun FKIP UNDIP dinilai belum dapat berdiri sendiri. Maka dengan Keputusan Surat Menteri PTIP tertanggal 4 Mei 1964 No. 35 tahun 1964, FKIP UNDIP ditetapkan menjadi IKIP Yogyakarta Cabang Semarang.

Diterbitkannya Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 4 Mei 1964 No. 36 tahun 1964 tentang Pengintegrasian Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ke dalam IKIP maka IKIP Yogyakarta Cabang Semarang terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 7 Nopember 1964 No. 154 tahun 1964.

Sejak diselenggarakan kursus B-I dan kursus B-II sampai dengan diresmikan IKIP Yogyakarta Cabang Semarang terjadi perkembangan amat pesat. Saat itu Fakultas Keguruan Ilmu Sosial memiliki lima jurusan yaitu Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ekonomi Umum, Jurusan Ekonomi Perusahaan, dan Jurusan Civics Hukum. Kemudian, berdasarkan keputusan Presiden No.52/1982 nama FKIS berubah menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) yang terdiri atas jurusan-jurusan Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Dunia Usaha, Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan, dan Mata Kuliah Dasar Umum.

Perkembangan selanjutnya, ketika terbit Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diikuti oleh Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999, jumlah dan jenis Fakultas di lingkungan IKIP Semarang selanjutnya diatur di dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0463/O/1992 tentang Statuta IKIP Semarang dan No. 0185/O/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja IKIP Semarang. Fakultas Ilmu Sosial (FIS) terdiri atas Jurusan Pendidikan Sejarah S1, Pendidikan Geografi S1, Pendidikan Dunia Usaha, Pendidikan Koperasi S1, Pendidikan Akuntansi S1, Pendidikan Tata Niaga S1, Pendidikan Administrasi Perkantoran S1, Pendidikan Ketrampilan Jasa D2, Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan S1, dan Mata Kuliah Dasar Umum.

Pada tahun 1999 berdasarkan Keputusan Presiden No. 124 Tahun 1999 tentang perubahan IKIP Semarang, Bandung dan Medan menjadi Universitas, maka nama IKIP Semarang diubah menjadi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 278/O/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNNES dan No. 225/O/2000 tentang statuta Universitas Negeri Semarang nama Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial berubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial. Perkembangan berikutnya dengan adanya Wider mandat maka FIS tidak hanya mendidik calon-clon guru saja tetapi juga membuka program studi non kependidikan.

Kemudian berdasarkan SK Rektor UNNES No. 59/O/2006 tanggal 8 Juni 2006 tentang Peningkatan Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial menjadi Fakultas Ekonomi (Swadaya) Universitas Negeri Semarang, Jurusan Ekonomi terpisah dari Fakultas Ilmu Sosial. Terakhir, berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 3840/D/T/2007 dan Keputusan Rektor UNNES Nomor 14 Tahun 2007 tentang Peningkatan Status Program Studi Ilmu Hukum menjadi Fakultas Hukum tertanggal 30 November 2007, maka Prodi Ilmu Hukum terpisah dari FIS. Pada saat ini Jurusan yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Sosial adalah Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan, serta Jurusan Sosiologi dan Antropologi.