Monthly Archive October 2016

Fadly Husain Lulus Doktor dari Medical University of Vienna

[:en]

fadli2

Fadly Husain (kedua dari kanan) berfoto bersama Dewan Penguji Disertasi

Tepat pada tanggal 13 Oktober 2016, Fadly Husain dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, telah dinyatakan lulus dari program doktoral yang ditempuhnya di Medical University of Vienna, Austria. Disertasi yang berhasil dipertahankannya mengambil spesifikasi Antropologi Kesehatan dengan judul Medical Pluralism in West Nusa Tenggara Indonesia.

Penelitian yang dilakukannya ini adalah mengenai pengobatan berbasis kearifan lokal dan fenomena belian sebagai orang yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional berbasis bahan alam. Karya ini diselesaikannya dengan bimbingan dari supervisor Prof. Dr. Michael Kundi dan Thesis Commitee Prof. Dr. Michael Frass. Dengan dipertahankannya disertasi di hadapan para penguji, maka Fadly Husain berhak menyandang gelar Dr. Scient. Med. (Doktorat Scientiae Medicae).

Sebelumnya, pada April 2016, temuannya ini juga telah dipamerkan di Lange Nacht der Forschung sebagai ajang untuk diseminasi hasil penelitian. Penyelesaian studi doktoral ini adalah salah satu pencapaian yang sangat membanggakan bagi Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, sebagai kontribusi nyata dari civitas akademika atas capaian reputasi internasional UNNES dalam kancah akademis.

Fadly Husain menjadi salah satu dosen FIS UNNES yang menempuh studi S3 di luar negeri disamping Atika Wijaya yang menempuh studi di Maastricht University, Netherlands. Hasil ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi segenap warga Jurusan SosAnt pada khususnya, dan FIS serta UNNES pada umumnya. Sekali lagi, selamat!!

[:id]

fadli2

Tepat pada tanggal 13 Oktober 2016, Fadly Husain dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, telah dinyatakan lulus dari program doktoral yang ditempuhnya di Medical University of Vienna, Austria. Disertasi yang berhasil dipertahankannya mengambil spesifikasi Antropologi Kesehatan dengan judul Medical Pluralism in West Nusa Tenggara Indonesia.

Penelitian yang dilakukannya ini adalah mengenai pengobatan berbasis kearifan lokal dan fenomena belian sebagai orang yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional berbasis bahan alam. Karya ini diselesaikannya dengan bimbingan dari supervisor Prof. Dr. Michael Kundi dan Thesis Commitee Prof. Dr. Michael Frass. Dengan dipertahankannya disertasi di hadapan para penguji, maka Fadly Husain berhak menyandang gelar Dr. Scient. Med. (Doktorat Scientiae Medicae).

Sebelumnya, pada April 2016, temuannya ini juga telah dipamerkan di Lange Nacht der Forschung sebagai ajang untuk diseminasi hasil penelitian. Penyelesaian studi doktoral ini adalah salah satu pencapaian yang sangat membanggakan bagi Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, sebagai kontribusi nyata dari civitas akademika atas capaian reputasi internasional UNNES dalam kancah akademis.

Fadly Husain menjadi salah satu dosen FIS UNNES yang menempuh studi S3 di luar negeri disamping Atika Wijaya yang menempuh studi di Maastricht University, Netherlands. Hasil ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi segenap warga Jurusan SosAnt pada khususnya, dan FIS serta UNNES pada umumnya. Sekali lagi, selamat!!

 [:]

[:en]

fadli2

Fadli Husain (2 dari kiri) berfoto bersama Dewan Penguji

Tepat pada tanggal 13 Oktober 2016, Fadly Husain dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, telah dinyatakan lulus dari program doktoral yang ditempuhnya di Medical University of Vienna, Austria. Disertasi yang berhasil dipertahankannya mengambil spesifikasi Antropologi Kesehatan dengan judul Medical Pluralism in West Nusa Tenggara Indonesia.

Penelitian yang dilakukannya ini adalah mengenai pengobatan berbasis kearifan lokal dan fenomena belian sebagai orang yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional berbasis bahan alam. Karya ini diselesaikannya dengan bimbingan dari supervisor Prof. Dr. Michael Kundi dan Thesis Commitee Prof. Dr. Michael Frass. Dengan dipertahankannya disertasi di hadapan para penguji, maka Fadly Husain berhak menyandang gelar Dr. Scient. Med. (Doktorat Scientiae Medicae).

Sebelumnya, pada April 2016, temuannya ini juga telah dipamerkan di Lange Nacht der Forschung sebagai ajang untuk diseminasi hasil penelitian. Penyelesaian studi doktoral ini adalah salah satu pencapaian yang sangat membanggakan bagi Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, sebagai kontribusi nyata dari civitas akademika atas capaian reputasi internasional UNNES dalam kancah akademis.

Fadly Husain menjadi salah satu dosen FIS UNNES yang menempuh studi S3 di luar negeri disamping Atika Wijaya yang menempuh studi di Maastricht University, Netherlands. Hasil ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi segenap warga Jurusan SosAnt pada khususnya, dan FIS serta UNNES pada umumnya. Sekali lagi, selamat!!

[:]

ERC National Papper Competition, Universitas Sumatera Utara Raih Juara 1

[:id]coba-1

National Papper Competition merupakan salah satu program kerja dari ERC (English and Reasearch Community) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas Mahasiswa dan
meningkatkan minat mahasiswa dalam bidang menulis karya ilmiah. National Papper Competition tahun 2016 ini mengusung tema “Pembangunan Desa Tertinggal Guna Mewujudkan Indonesia Mandiri” ungkap Pembina ERC Antari Ayuning Arsi S Sos MSi saat membuka acara, Sabtu (29/10) di Gedung C7 FIS UNNES.

National Papper Competition telah melalui 2 tahap. Tahap 1  sebanyak 154 artikel masuk ke panitia, kemudian dipilih sepuluh besar untuk mengikuti babak final.

Dari penilaian Dewan Juri, Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 1 setelah mengalahkan 10 tim lainnya. Juara 2 diraih Universitas Airlangga Surabaya, Juara 3 Universitas Negeri Makasar. Untuk Juara Harapan 1 diraih Universitas Brawijaya dan Juara Harapan 2 dari STIKIP Persada Khatulistiwa Sintang.[:]

TRACER STUDY FIS 2016

[:id]

tracer-fis

 

Salam Konservasi,

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) memiliki harapan setinggi-tinggiya kepada para alumninya untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi pembangunan bangsa menuju masyarakat yang cerdas, beradab, makmur dan sejahtera dengan iman dan taqwa yang kuat. Oleh karena itu, FIS UNNES  berkepentingan mengetahui sejauhmana sumbangsih para lulusannya melalui program penelitian penelusuran lulusan dan  sejauhmana keberhasilan layanan proses akademik maupun non akademik yang diterapkan selama ini berdampak konstruktif. Tracer studi juga merupakan pertanggungjawaban FIS  UNNES untuk mengetahui peran alumninya berkiprah di masyarakat. Implikasinya, FIS UNNES sebagai lembaga pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing di dunia profesional pada skala nasional maupun internasional atau lulusan yang mandiri dengan kewirausahaan.

Mengingat sangat pentingnya program TS, kami mengharapkan para “alumni FIS tahun 2013 – 2015” untuk berpartisipasi mengisi form yang tersaji di laman fis.unnes.ac.id  menu kemahsiswaan – Alumni FIS. Semoga kesediaan Anda menjadi bagian amal kebajikan untuk mewujudkan FIS UNNES yang lebih berjaya.

Terima kasih,

Salam Konservasi,
Tim Tracer Study FIS Universitas Negeri Semarang

Email: fis@mail.unnes. ac.id
Eta Yuni Lestari  085700039796
Mariyam                   081326078632
Telepon/Fax: (024) 8508006
Gedung C7 Lantai 2 FIS UNNES Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Kode Pos: 50229

[:]

ANTARA KEBENARAN, KEBAIKAN DAN KEINDAHAN

[:id]mus-2


Kebenaran adalah sesuatu yang berkaitan dengan logika, fakta, bukti, kegunaan dan keyakinan. Dikatakan berkaitan dengan logika karena kebenaran merupakan hal dapat diterima oleh akal sehat. Berkaitan dengan fakta berarti kebenaran didukung oleh fakta atau bukti empiris dan kegunaan artinya kebenaran harus bermanfaat bagi alam semesta. Kebenaran berkaitan dengan kegunaan karena kebenaran merupakan suatu hal yang berkaitan dengan kemanfaatan bagi manusia. Kebenaran juga berkaitan dengan keyakinan yang bersumber pada ajaran agama. Secara kategori kebenaran dapat digolongkan menjadi kebenaran relative dan kebenaran absolut. Kebenaran logika dan empiris merupakan contoh kebenaran relative.

Kebenaran ilmu-ilmu pengetahuan termasuk kategori kebenaran relative. Namun demikian kebenaran ilmiah dapat dibedakan antara kebenaran ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu eksakta. Kebenaran ilmu-ilmu eksata yang berkaitan dengan ilmu-ilmu alam memiliki probabilitas kebenaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan probabilitas kebenaran ilmu-ilmu sosial. Hal itu disebabkan obyek kajian ilmu-ilmu sosial adalah manusia dan masyarakat yang dapat memanipulasikan fakta sosial sebagai sumber kajian ilmu-ilmu sosial sehingga dapat menimbulkan data bias yang lebih tinggi. Ilmu-ilmu alam adalah ilmu-ilmu yang subyek kajiannya berupa benda-benda alam tidak dapat memanipulasikan fakta yang menjadi sumber kajian sehingga derajat probabilitas kebenaran dalam ilmu alam menjadi lebih tinggi. Meskipun demikian kebenaran ilmu pengetahuan tetap bersifat relative. Kebenaran ilmu eksakta sekalipun dapat berubah ketika ditemukan fakta yang lebih baru, namun diakui perubahannya seringkali relative lebih lama dibandingkan kebenaran dalam ilmu sosial.

Di samping kebenaran relative terdapat kebenaran  yang bersumber pada keyakinan agama merupakan kebenaran absolut (menurut masing-masing penganutnya). Kebenaran agama didasarkan pada keyakinan oleh karena itu tidak perlu harus diukur atau diterima  secara logika atau dicari bukti-bukti empirisnya. Oleh karena itu kebenaran agama bersifat absolut.

Kebenaran berbeda dengan kebaikan moral. Kebenaran berkaitan dengan ilmu yang didasarkan pada logika atau rasio sedangkan kebaikan berkaitan dengan budi pekerti dan hati nurani. Contoh penemuan baru dalam bidang kedokteran tentang clonning dalam upaya pengembangbiakan mahluk hidup, khususnya hewan. Penemuan tersebut menunjukkan kebenaran bahwa pengembangbiakan hewan dapat dilakukan dengan cara clonning. Meskipun misalkan ada kebenaran bahwa clonning   bisa juga diterapkan kepada manusia hal tersebut bukan tindakan yang baik.

Kebaikan misalnya juga terlihat pada tindakan seseorang berbohong ketika ditanya oleh penjahat apakah ada seseorang bersembunyi di rumahnya dengan mengatakan tidak ada, padahal yang sesungguhnya ada, demi untuk memberikan  perlindungan karena orang tersebut akan dianiaya orang lain. Berbohong pada dasarnya bukan tindakan yang benar tetapi dalam kasus seperti di atas oleh sebagian besar dapat dianggap perbuatan yang baik.

Seorang pencuri yang baik hati, dengan cara mencuri harta orang kaya lalu hasil curiannya diberikan kepada orang miskin atau rakyat jelata yang miskin. Meskipun memberikan santunan kepada orang miskin itu baik tetapi karena dilakukan dengan cara mencuri maka hal tersebut  tidak dapat dibenarkan.

Kebenaran juga berbeda dari keindahan. Kebenaran berkaitan dengan ilmu yang didasarkan pada logika dan rasio sedangkan  keindahan berkaitan dengan cita rasa seni.  Sesuatu yang dalam ilmu pengetahuan sebagai kebenaran belum tentu sebagai keindahan. Seorang yang sedang menderita sakit flue secara ilmu pengetahuan jika akan bepergian seharusnya memakai masker, namun banyak yang tidak melakukannya. Hal itu karena dianggap mengganggu penampilan atau keindahan. Seorang wanita muslimah dibenarkan untuk menutup auratnya dihadapan masyarakat umum namun banyak yang tidak melakukan karena dinilai sebagian masyarakat yang tidak mau menggunakan menutupi kecantikan atau keindahan. Demikian pula ibu yang menyusui bayinya secara ilmiah akan mendukung pada kesehatan bayi tersebut tetapi banyak wanita yang tidak mau menyusui bayinya karena dianggap merusak keindahan organ alat menyusui bayinya.

Kebaikan tidak dapat dilepaskan dari kebenaran dan keindahan. Kebaikan moral akan menjadi tepat jika untuk hal-hal yang benar dan tidak tepat jika untuk hal-hal yang buruk. Sebagai contoh mengasihi  anak-anak yatim dan orang-orang tertimpa musibah adalah hal yang baik, tetapi mengasihi kepada orang-orang yang menjadi koruptor, pelaku narkoba dan pencuri dan membebaskannya dari tuntutan hukuman adalah tidak baik. Kebaikan ada yang bersumber pada adat istiadat, ada pula yang bersumber pada agama.

Kebaikan yang bersumber pada adat istiadat bersifat local pada masyarakat pendukung adat setempat dan  tidak benar atau tidak berlaku pada pendukung adat istiadat lainnya. Wani ngalah luhur wekasane  dalam konsep Jawa yang berarti lebih baik mengalah jika ada berselisih dengan orang lain  adalah nilai hidup yang baik menurut orang Jawa, tetapi mungkin tidak berlaku bagi orang Makassar. Bagi orang Makassar nilai-nilai yang dianggap baik adalah musuh pantang dicari tetapi jika datang pantang lari, yang berarti tidak perlu mencari permusuhan dengan orang lain, tetapi jika ada lawan datang harus dihadapi. Nilai hidup tersebut baik bagi orang Makassar tetapi mungkin tidak dianggap baik oleh  orang Jawa.

Drs Moh Solehatul Mustofa MA, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES[:]

KAMPUS HIJAU, BERSIH DAN SEHAT

[:id]hijau

Berdasarkan Surat Nomor 316/UN37.6.4/TU/2016 tanggal 26 Oktober 2016 tentang Hijau, Bersih, Sehat dari Kepala UPT Konservasi UNNES, dimohon kepada semua Jurusan dan Prodi dalam persiapan AIPT untuk memperhatikan hal berikut:

  • Setiap unit kerja di mohon melakukan kegiatan penataan dan kebersihan di dalam dan di luar gedung
  • Sesuai kesepakatan Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III setiap Unit Kerja dimohon melakukan kegiatan penanaman pohon di lingkungan Unit Kerja masing-masing pada hari Jumat 28 Oktober 2016 dengan ketentuan sebagai berikut
  1. Dilakukan oleh mahasiswa baru 2016 (alumni bela negara) di Unit kerja masing-masing
  2. Lokasi penanaman pohon dilakukan disekitar jogging track
  3. Mohon dokumentasi lokasi penanaman sebelum dan sesudah penanaman pohon  dan dikirim ke konservasiunnes@gmail.com
  4. Mahasiswa yang menanam pohon harus mengupload dalam unnes.ac.id

Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih

ttd

Dekan FIS

 [:]

Dosen FIS UNNES Antusias Ikuti Workshop Penulisan Buku Ajar

[:id]Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) antusias mengikuti Workshop Penulisan Buku Ajar yang diselenggarakan Gugus Penjaminan Mutu FIS, Rabu (26/10) di Gedung C7 FIS UNNES. Hadir Prof Dr Irwan Abdullah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Drs Moh Solehatul Mustofa MA Dekan FIS UNNES saat membuka acara menjelaskan Dosen FIS harus selalu melakukan inovasi dalam menulis, baik untuk buku ajar bagi mahasiswa, Buku Teks, dan Artikel Jurnal. Dosen harus memiliki komitmen serta belajar meluangkan waktu untuk duduk dan menulis menghasilkan karya yang berguna bagi orang lain.

Prof Dr Irwan Abdullah mengusung tema “Menulis Itu Gampang”. Beliau menjelaskan menulis itu gampang jika secara teknis menguasai caranya, yakni dengan memiliki keahlian dalam menjalankan tahap demi tahap penulisan. Menemukan ide untuk menulis, memformulasikan suatu isu yang akan dijadikan fokus, pembuatan outline tulisan, mencari dukungan data atas isu yang akan ditulis, memilih gaya penulisan, hingga teknik menulis dan menghasilkan sebuah karya. Ada tiga poin terpenting yang perlu diperhatikan yaitu menulis perlu terlebih dahulu dipahami dengan sasaran yang ingin diacu dalam sebuah tulisan, tulisan sangat tergantung pada kekuatan gagasan yang dipilih dan dibangun, dan menarik tidaknya tulisan tidak dapat dipisahkan dari cara atau gaya pengungkapan tulisan itu sendiri

Menulis membutuhkan komitmen untuk duduk dan menulis. Memilih waktu duduk dan menulis adalah salah satu cara untuk bisa melahirkan suatu tulisan. Penulis yang berhasil sebagian besar adalah orang yang mampu memaksa dirinya untuk duduk dan menulis di pagi buta dan menulis satu dua halaman setiap hari, sehingga tercipta ratusan halaman. Dosen FIS harus memiliki kiat untuk menulis karya ilmiah berstandar Nasional.[:]

Tim PKn FIS Raih Juara 3 Lomba Dialog Interaktif Nasional di Malang

[:id]juara-3-pkn

Tim Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) Dwi Hermawan,  Daniar Solekha dan Mohammad Zacki pratama berhasil meraih Juara 3 Lomba Dialog Interaktif Mahasiswa di Universitas Negeri Malang, Selasa (25/10). Lomba Dialog Interaktif  yang di selenggarakan oleh  Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Negeri Malang Ke- 62.

Perjuangan tim dimulai dengan mengirimkan abstrak hingga masuk sepuluh besar. Proses selanjutnya mengirimkan artikel full paper dan lolos menuju final bersaing dengan Tim dari Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Medan, IKIP Madiun, dan Universitas Muhamadiyah Ponorogo. Tema yang diangkat adalah “Kampusku Melawan Korupsi”.

“Semoga perjuangan Daniar dkk memicu mahasiswa FIS untuk lebih berprestasi, terus belajar dan berlatih untuk memperoleh yang terbaik “ ungkap Ngabiyanto Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS UNNES.[:]

Mahasiswa Bidik Misi FIS Wajib Berprestasi

[:id]

sarasehan-bidik-misi

“Mahasiswa Bidik Misi FIS harus tetap semangat dan terus belajar agar bisa meraih apa yang dicita-citakan, berprestasi baik di bidang Akademik maupun non Akademik untuk mampu berkompetisi menghadapi tantangan masa depan, apalagi sekarang kita memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dan jangan melupakan kewajiban untuk berbakti kepada orang tua yang telah bersusah payah, agar anda bisa kuliah di UNNES” pesan Dekan FIS Drs Moh Solehatul Mustofa MA saat membuka acara Sarasehan  Bidikmisi Fakultas Ilmu Sosial, Minggu (23/10) di Gedung C7.

 Sarasehan ini menghadirkan seluruh penerima beasiswa bidik misi FIS tahun 2016. Ketua BSC FIS UNNES Sri Puji Lestari menyampaikan agar acara ini menjadi ajang silaturahmi untuk saling memotivasi antara mahasiswa bidik misi.

 [:]

BEM FIS GELAR PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR (PKMTD)

[:id]

pkmtd

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (PKMTD) diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu-Minggu (22-23/10) di Fakultas ILmu Sosial UNNES. Acara dibuka oleh Dekan FIS Drs Moh Solehatul Mustofa MA.

PKMTD ini adalah sarana untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada diri mahasiswa FIS, memotivasi mahasiswa untuk memiliki semangat nasionalisme, mendukung terbentuknya kader-kader muda yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa Indonesia dengan penuh totalitas, dan membentuk karakter pemimpin yang cerdas, kontributif, dan inklusif.

Hadir sebagai narasumber adalah Mundjirin Bupati Kabupaten Semarang, Supriyadi Ketua DPRD Kota Semarang, Fajar Randi Yogananda Ketua Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Erisandi Arditama Dosen FIS UNES, dan Ulul Mukmin Ketua BEM FIS 2014

[:]