Monthly Archive October 2017

Hartati Sulistyo Rini Jalani Short Course di Belanda

IMG-20171029-WA0001

Dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Hartati Sulistyo Rini kini sedang menjalani short course di Belanda. Kegiatan ini bertajuk Short Course of Social and Humanities 2017, yang diselenggarakan di Leiden University, KITLV, dan Vrije University Amsterdam, Belanda.

“Bu Lilis”, begitu sapaan akrab beliau, akan berada di Belanda selama satu bulan, dari tanggal 25 Oktober sampai 24 November 2017.

Short course ini diikuti oleh 20 dosen dari seluruh Indonesia, dan tiap peserta merupakan representasi dari universitas yang berbeda beda. Seleksi program dilakukan dalamm 2 tahap, yaitu seleksi administratif dan wawancara. Pendaftar pada bidang ilmu ini mempunyai jumlah pendaftar terbanyak, yaitu 159 dosen sosial humaniora dari seluruh indonesia.
Ke depan, program dalam bidang ini menjadi pilot project untuk bidang sosial humaniora karena bidang ini baru dilakukan pada tahun ini.

Short Course on Social and Humanities ini akan diisi dengan perkuliahan oleh beberapa profesor dari ketiga lembaga tersebut, pembelajaran mandiri di perpustakaan Leiden dan KITLV, serta field trip ke Brussel, Belgia.

Tujuan diadakannya kegiatan ini ada 2 yaitu terkait dengan penguatan calon proposal disertasi bagi para dosen magister dan penguatan artikel untuk diterbitkan di jurnal terindeks internasional bagi para dosen yg telah bergelar doktor.

“Kita semua berharap ini menjadi motivasi bagi para dosen muda lainnya, untuk bisa go international. Sehingga, ke depan akan sangat bermanfaat bagi reputasi lembaga.” Papar Kuncoro Bayu, selaku Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES.

Mahasiswa PKn UNNES Sabet Dua Kejuaraan Nasional di Malang

web fis

Tiga mahasiswa Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil menjadi jawara dalam beberapa ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada Rabu hingga Jumat (25-27/10).

Tim yang beranggotakan Dwi Hermawan, Daniar Solekha, dan Mohammad Zacki Pratama tersebut berhasil meraih dua kejuaraan sekaligus. Mereka berhasil meraih juara 2 dalam lomba Projek Kewarganegaraan dan juara 3 lomba Dialog Interaktif tingkat nasional.
Perlombaan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pekan kebangsaan yang merupakan agenda tahunan Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyambut Dies Natalis ke-63 UM.
Sebelum memasuki babak final, ketiganya diharuskan membuat karya tulis dan laporan pelaksanaan projek untuk dapat terpilih sebagai finalis perlombaan.
“Untuk lomba dialog, kami mengusung tema “Media Sosial dalam Persepektif Kewarganegaraan: Merekatkan Indonesia dan Mencegah Radikalisme melalui Kulturisasi Nilai-nilai Pancasila”, sementara untuk lomba projek kewarganegaraan kami memilih tema pelaporan “Praktik Bela Negara Muda melalui Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) pada Prodi PPKn UNNES tahun 2015” yang memang saat ini memiliki urgensi tersendiri bagi bangsa Indonesia,” jelas Dwi.
Ketiga mahasiswa PPKn semester lima ini berharap, pencapaian tersebut dapat memotivasi diri dan teman-teman mahasiswa lainnya.
“Tentunya, kami berharap apa yang kami dapatkan di UM dapat menjadi salah satu bahan pengembangan bagi kami dan teman-teman mahasiswa lainnya” jelas Zacki.
Menurut mereka, keberhasilan tersebut tidak hanya murni usaha tim semata, namun juga karena dukungan dari banyak pihak,
“Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari bapak ibu dosen pembimbing. Mulai dari penyusunan karya tulis dan pelaporan hingga tahap presentasi kami selalu dibimbing, “ jelas Daniar.
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang Budi Raharjo MSi , Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Drs Ngabiyanto MSi, dan Ketua Jurusan PKn Drs Tijan MSi mengapresiasi capaian tersebut.
“Kami selalu mendukung upaya pengembangan diri bagi mahasiswa, salah satunya melalui kompetisi dan perlombaan semacam ini. Menuju Universitas bereputasi Internasional, UNNES terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan terbaik termasuk dalam usaha memfasilitasi keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi baik ditingkat nasional maupun internasional,“ jelas Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Drs Ngabiyanto MSi.
Ryan Aditya Prayoga (Students Staff)

 

Usai Senam Bersama, Rektor Resmikan Ruang Visual Laboratorium Terpadu FIS UNNES

P_20171027_072056

 

Jumat (27/10) Rektor turut bergabung dalam senam pagi di Fakultas Ilmu Sosial, dilanjutkan dengan meresmikan Ruang Visual Laboratorium Terpadu FIS UNNES.

“Ruang Visual ini InsyaAllah menjadi media bagi para dosen dan mahasiswa untuk menampilkan karya-karyanya. Dikembangkannya Ruang Visual ini merupakan amanah pimpinan untuk masing-masing fakultas untuk mengembangkan laboratorium terpadu”. Papar Musthofa, Dekan FIS UNNES.

“Saya berharap Ruang Visual ini bisa mendatangkan banyak faedah diantaranya pertama, daya dongkrak bagi inovasi pendidikan di luar ruang kelas.
Kedua, laboratorium terpadu menjadi wahana bagi ruang riset dosen dan mahasiswa.
Dan ketiga, harapannya laboratorium bisa memiliki fungsi sosial, sebagai media pamer karya-karya dosen dan mahasiswa”. Papar Fathur Rokhman, selaku Rektor UNNES.
Beliau menambahkan bahwa “Laboratorium terpadu ini dimaknai sebagai keterpaduan antar rumpun ilmu dalam satu prodi, antar rumpun ilmu lintas prodi, antar lintas prodi dalam satu fakultas.

Acara dilanjutkan dengan peresmian dan menonton bersama profil FIS UNNES.

Mahasiswa Program Permata dari FIS UNNES diterima di FIS UNY

Permata FIS UNNESHari ini, Selasa 24 Oktober 2017, dua orang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNNES yakni Rokhis Saidah dan Siti Umi Fatichah secara resmi memulai kegiatan pertukaran mahasiswa antara Jurusan Sosiologi dan Atropologi FIS UNNES dan Jurusan Pendidikan Sosiologi FIS UNY. Mereka diterima langsung oleh Dekan FIS UNY Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag. yang didampingi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi UNY, Grendy Hendrastomo, M.A beserta pimpinan jurusan, Pendamping HIMA dan Ketua HIMA Pendidikan Sosiologi FIS UNY.

Sebelumnya mereka bersama 19 mahasiswa UNNES lainnya telah dilepas secara resmi oleh rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. pada Kamis, 19 Oktober 2017. Mereka mahasiswa UNNES yang terpilih mengikuti Program Permata Dikti (Pertukaran Mahasiwa Tanah Air Nusantara ) yang terdiri dari mahasiswa FIS, FH, FE, FIK, FT, dan FMIPA. Program Permata Dikti bertujuan agar mahasiswa merasakan pengalaman belajar dalam kultur akademik yang berbeda sehingga akan memperluas cakrawala berpikirnya.
Mahasiswa peserta Program Permata mengambil beberapa mata kuliah di Perguruan Tinggi tujuan dan hasil studi dikonversikan dalam mata kuliah yang setara di Jurusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES melalui mekanisme Credit Transfer. Selain itu permata juga bertujuan sebagai upaya mendukung integrasi nasional, agar mahasiswa dari berbagai daerah dapat saling mengenal dan berinteraksi secara harmonis.

Selain di UNY,  Jurusan Sosiologi dan Atropologi FIS UNNES juga telah mengirimkan 2 mahasiswanya yang lain dalam program yang sama ke Jurusan Pendidikan Sosiologi FIS Universitas Negeri Malang (UM) pada awal September lalu (Tutik Sulistyowati dan Dewi Rustiana), serta berikuitnya akan memberangkatkan 2 orang lagi ke Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS Universitas Negeri Padang pada hari Kamis, 26 Okt 2017 (Nurul Maulidah dan Dian Puspita Sary).

Arah Baru Sejarah, Kemampuan Kritis Menghadapi Era Abad 21

Sebagai jawaban akan tantangan era global abad ke-21, Jurusan Sejarah mengadakan Seminar Nasional Jurusan sejarah dengan pembahasan yang bertemakan arah baru pendidikan sejarah dan kajian kesejarahan. Acara yang berlangsung kemarin Rabu(19/10) bertempat di gedung C7 lantai 3 FIS menghadirkan pembicara tamu seperti Prof. Dr. Haryono M.Pd (UM Malang)  dan Prof. Dr. Nana Supriyatna. M.Ed (UPI Bandung), sedangkan untuk pembicara tuan rumah adalah Dr. Hamdan tri Atmaja selaku Ketua Jurusan Sejarah UNNES.  Acara yang sekurangnya dihadiri 150 peserta menjadi semakin ‘Gayeng’ ketika moderator Drs. Soeharso S.Pd M.Pd membuka sesi inti seminar.

“ kita ini sedang mengalami distorsi sejarah dan pengikisan moral ” Prof Haryono membuka dengan terlebih dahulu menyinggung tentang posisi masyarakat sejarah yang justru cenderung seakan tertidur dan terbius. Menurutnya sudah saatnya orang sejarah yang justru mengabarkan informasi melalui pembelajarannya akan masa silam. Kemudian ia menambahkan mengenai nilai – nilai luhur yang kini sudah mulai ditinggalkan oleh bangsa Indonesia. Padahal menurutnya bahwa nilai luhur itu benar – benar disusun melalui sebuah falsafah negara yang memang tidak singkat waktunya.

Selain Prof. Haryono, Guru besar Universitas Pendidikan Bandung Prof. Dr. Nana Supriyatna –pun mengamini apa yang telah disampaikan oleh Prof. Haryono. Ia menuturkan pandangannya mengenai tweenty first century Skill yang harus dimiliki masyarakat di era modern. Prof. Nana mencontohkan kasusnya dengan mencuplik kasus pada kecintaan kuliner indonesia yang kini mulai tergerus kuliner modern. Selain itu Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu kemampuan di abad 21 yang wajib dimiliki adalah kemampuan untuk memberikan filter terhadap sebuah informasi, memahami informasi secara utuh dan kritis salah satu bentuk nyata dalam konsep tersebut.

Pembicaraan ditutup oleh Dr. Hamdan Tri Atmaja yang mengemukakan perspektif dan juga paparannya mengenai permasalahn pendidikan sejarah era modern. “ Pada Pembelajaran sejarah kita harus mampu menarik sebuah hikmah dari apa yang kemudian kita pelajari “. Kesetaraan pembelajaran sejarah juga harus digaungkan, kesetaraan dalam artian bukan menyeragamkan pembelajaran sejarah, namun demikian untuk melihat sisi lokal dalam pembelajaran sejarah agar kemudian mampu memberikan pembelajaran yang berpijak pada akar – akar moral lokal.

“ tentu saja arahnya bahwa kita harus membangun kesadaran kolektif tentang sejarah “ Tutupnya.

Acara Seminar tersebut dihadiri mahasiswa dilingkungan fakultas Ilmu sosial, Guru Sejarah, Dosen dan juga Alumni jurusan Sejarah.

 

 

FIS UNNES Hadiri Pertemuan Forum Pimpinan FIS/FPIPS/FISH/FISE se-Indonesia 2017

Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS UNNES) Prof Dr Wasino MHum, Drs Apik Budi Santoso MSi, Drs Ngabiyanto MSi beserta rombongan hadir dalam Pertemuan Forum Pimpinan FIS/FPIPS/FISH/FISE se-Indonesia di Universitas Negeri Medan, Kamis-Minggu (19-22/10).

Pada pertemuan forum tersebut, turut hadir Pimpinan FIS/FPIPS/FISH/FISE 12 LPTK Negeri Se-Indonesia,  UNIMED Medan, UNJ Jakarta, UNY Yogyakarta, UNESA Surabaya, UNG Gorontalo, UM Malang, UNM Makassar, UPI Bandung, UNDIKSHA Bali, UNP Padang dan UNIMA Manado. Pertemuan ini Dilaksanakan di dua tempat di Hotel Arya Duta Medan dan Hotel Prapat Cottage, Parapat.

Agenda dalam pertemuan ini adalah rapat kerja Kepengurusan HISPISI periode 2016-2020, rapat kerja fungsionaris membahas penguatan Implementasi Kurikulum KKNI berwawasan kebangsaan,Rapat kerja kepala laboraturium membahas fungsi laboraturium sebagai wahana sistemik profil lulusan berkarakter wawasan kebangsaan, dan rapat kerja pengelola jurnal di lingkungan FIS/FPIPS/FISH, FISE LPTK Indonesia.

Selain itu juga dilaksanakan Seminar Nasional dalam bentuk Diskusi Panel dengan menghadirkan Nara Sumber Prof Dr Syawal Gultom MPd (Rektor Universitas Negeri Medan), Mayjen TNI Cucu Somantri, SSos (Pangdam I Bukit Barisan), Prof Dr Warsono MS (Ketua HISPISI 2016-2020) serta Prof Dr Wasino MHum dari Fakultas Ilmu Sosial UNNES .

Sebagaimana disampaikan Rektor Universitas Negeri Medan Prof  Syawal Gultom pertemuan Forum Pimpinan FIS/FPIPS/FISH/FISE se-Indonesia ini  akan menghasilkan kesepakatan terbaik untuk pengembangan dan peningkatan sistem akademik, manajemen dan kerjasama di LPTK Negeri  khususnya di FIS/FPIPS/FISH/FISE di Indonesia. (by mery)

 

Jurusan Geografi Gelar Seminar Nasional Kemaritiman

kemaritiman

Indonesia adalah negara kepulauan yang batas negaranya didominasi oleh perairan bukan daratan. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa sistem keamanannya harus dimulai dari perairan bukan dari daratan. Acuan dunia mengenai batas negara di wilayah laut yang disepakati dalam UNCLOS tidak begitu saja dapat menyelesaikan masalah-masalah yang sering dijumpai antara satu negara dengan negara tetangganya dalam penentuan batas kedaulatan dan hak berdaulat di laut terutama apabila jarak negara tersebut berdekatan. Misalnya jarak Indonesia dengan Malaysia kurang dari 2 x 200 mil laut, dalam situasi sperti ini harus dilakukan pembagian laut yang dikenal dengan istilah ”delimitasi” atau penetapan batas maritim.
Untuk meningkatkan pemahaman akan kemaritiman Indonesia mahasiswa Jurusan Geografi perlu belajar lebih akan hal itu.

Itulah yang menjadi tujuan diadakannya seminar Nasional oleh Jurusan Geografi pada Jumat (20/10) di Gedung C7 Lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS UNNES).

Seminar ini menghadirkan pembicara dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Dr Miftahul Huda MSi. Dalam kesempatan ini Miftahul Huda memaparkan tentang Pemanfaatan ruang laut diatur oleh KKP dan PEMDA sesuai kewenangan masing-masing. Saat ini Kementerian KKP sedang intensif mengembangkan Pulau-Pulau Kecil dan terluar untuk menjalin kedaulan laut Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seminar diikuti oleh mahasiswa Jurusan Geografi sebanyak 200 mahasiswa dan Dosen dilingkungan Jurusan Geografi FIS UNNES.

Jurusan Sosant FIS Kembali Kirim Empat Mahasiswa dalam Program Permata Dikti

 

WhatsApp Image 2017-10-19 at 13.43.59

4 Mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropolofi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang lolos seleksi dalam program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air (Permata) Batch II atas nama Siti Umi Fatichah & Rokhis Saidah (Ke) dan Dian Puspita Sary & Nurul Maulidah (Ke). Mereka adalah bagian dari 19 mahasiswa UNNES dari berbagai Fakultas. yang lolos program perkuliahan selama 3 bulan di Prodi Pend. Sosiologi FIS Universitas Negeri Yogyakarta  dan  Prodi Pend. Sosant FIS Universitas Negeri padang.

Mahasiswa dilepas oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Kamis (19/10). Dalam Kesempatan Itu Rektor Unnes Berpesan untuk menjaga nama baik UNNES, jadilah mahasiswa hebat dan menjadi duta UNNES yang mengabarkan reputasi UNNES sebagai kampus berwawasan konservasi dan bertaraf internasional

Program permata bertujuan agar mhs merasakan pengalaman belajar dalam kultur akademik yang berbeda sehingga akan memperluas cakrawala berpikirnya. Mhs mengambil beberapa mata kuliah di Perguruan Tinggi tujuan dan hasil studi dikonversikan dalam mata kuliah yang setara di Jurusan Sosiologi dan Antropologi. Selain itu permata juga bertujuan sebagai upaya mendukung integrasi nasional, agar mahasiswa dari berbagai daerah dapat saling mengenal dan berinteraksi secara harmonis.

Pada September 2017 lalu , 2 orang mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropjuga terpilih mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Dikti atas nama Dewi Rustiana dan Tutik Sulistyowati. di Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Para mahasiswa yang mengikuti program Permata telah melalui seleksi administratif yang berupa kelengkapan berkas, seperti surat aktif mahasiswa, IPK min. 2.75, bebas sanksi akademik, surat izin orang tua, menandatangani formulir Permata, surat keterangan sehat, asuransi kesehatan, dan LoA dari perguruan tinggi tujuan.

 

GEMA KEBHINEKAAN 2017

gema

Hadirilah Gema Kebhinekaan dalam rangka Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FIS UNNES dengan tema “Meningkatkan Spiritual Mahasiswa dengan Semangat Kebhinekaan” pada:

Hari                     : Minggu

Tanggal               : 22 Oktober 2017

Waktu                 : Pukul 19.00 WIB – selesai

Tempat               : Auditorium UNNES Kampus Sekaran Gunungpati Semarang

Pembicara          : Habib Umar Al-muthohar, Pangdam IV Diponegoro Mayjen. TNI Tatang Sulaiman, dan Rektor UNNES  Prof. Dr. Fatkhur Rokhman, M.Hum.

Dengan pemimpin sholawat Habib Muhammad Al-Muthohar, dan dimeriahkan Rebana Modern UNNES.

 

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal Juara Great National Moslem Festival (GNMF) 2017

gnmf

Piala bergilir Rektor UNNES diserahkan kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal sebagai juara umum Great National Moslem Festival (GNMF) tahun 2017. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Sosial (KIFS) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang adalah  agenda rutin tahunan yang banyak diminati oleh mahasiswa dan siswa dari berbagai daerah mengusung tema Menapaki Jejak Rasulullah Menuju Insan yang Beradab pada Minggu (15/10) berpusat di Gedung K3 Aula Fakultas Hukum UNNES.

Ketua Panitia Mohammad Syifauddin melaporkan, kegiatan GNMF ke-enam ini terdiri dari lomba Cipta Puisi Mahasiswa tingkat Nasional, lomba Qiroah Mahasiswa tingkat Jateng & DIY, lomba Dai & Daiah Muda dan lomba Kaligrafi Pelajar SMA/SMK/ sederajat se-Jawa Tengah.

“Secara akademik, kegiatan ini tentu menambah khasanah dan kajian keilmuan. Sementara jika dikaitan dengan keagamaan, ini merupakan salah satu inovasi sarana dakwah. Hal ini menjadi bukti bahwa UNNES memang universitas yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional,” ungkap Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FIS) UNNES Drs Ngabiyanto MSi saat memberikan sambutan. FIS UNNES mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini semoga GNMF dapat berjalan dengan lancar dan menambah kajian keilmuan sekaligus sebagai sarana dakwah. GNMF tidak hanya soal kompetisi saja namun juga sarana mengembangkan karakter keagamaan, sehingga jelas bahwa UNNES tak hanya berorientasi pada keduniawian semata, tapi juga akhirat.

Menurut dosen pendamping KIFS Ruhadi SPd MPd, dakwah tak selalu tentang berbicara dari satu tempat ke tempat lainnya. Lebih dari itu, dakwah dapat dilakukan melalui cara-cara yang kreatif dan inovatif, asalkan tetap bernilai ibadah. “Selama dapat memupuk nilai-nilai keislaman, mengapa tidak? Dakwah bisa melalui media sosial dan kompetisi semacam ini,” jelasnya.