(024) 85xxxx1

FIS
Universitas Negeri Semarang
October 21, 2017

Arah Baru Sejarah, Kemampuan Kritis Menghadapi Era Abad 21

Sebagai jawaban akan tantangan era global abad ke-21, Jurusan Sejarah mengadakan Seminar Nasional Jurusan sejarah dengan pembahasan yang bertemakan arah baru pendidikan sejarah dan kajian kesejarahan. Acara yang berlangsung kemarin Rabu(19/10) bertempat di gedung C7 lantai 3 FIS menghadirkan pembicara tamu seperti Prof. Dr. Haryono M.Pd (UM Malang)ย  dan Prof. Dr. Nana Supriyatna. M.Ed (UPI Bandung), sedangkan untuk pembicara tuan rumah adalah Dr. Hamdan tri Atmaja selaku Ketua Jurusan Sejarah UNNES.ย  Acara yang sekurangnya dihadiri 150 peserta menjadi semakin โ€˜Gayengโ€™ ketika moderator Drs. Soeharso S.Pd M.Pd membuka sesi inti seminar.

โ€œ kita ini sedang mengalami distorsi sejarah dan pengikisan moral โ€ Prof Haryono membuka dengan terlebih dahulu menyinggung tentang posisi masyarakat sejarah yang justru cenderung seakan tertidur dan terbius. Menurutnya sudah saatnya orang sejarah yang justru mengabarkan informasi melalui pembelajarannya akan masa silam. Kemudian ia menambahkan mengenai nilai โ€“ nilai luhur yang kini sudah mulai ditinggalkan oleh bangsa Indonesia. Padahal menurutnya bahwa nilai luhur itu benar โ€“ benar disusun melalui sebuah falsafah negara yang memang tidak singkat waktunya.

Selain Prof. Haryono, Guru besar Universitas Pendidikan Bandung Prof. Dr. Nana Supriyatna โ€“pun mengamini apa yang telah disampaikan oleh Prof. Haryono. Ia menuturkan pandangannya mengenai tweenty first century Skill yang harus dimiliki masyarakat di era modern. Prof. Nana mencontohkan kasusnya dengan mencuplik kasus pada kecintaan kuliner indonesia yang kini mulai tergerus kuliner modern. Selain itu Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu kemampuan di abad 21 yang wajib dimiliki adalah kemampuan untuk memberikan filter terhadap sebuah informasi, memahami informasi secara utuh dan kritis salah satu bentuk nyata dalam konsep tersebut.

Pembicaraan ditutup oleh Dr. Hamdan Tri Atmaja yang mengemukakan perspektif dan juga paparannya mengenai permasalahn pendidikan sejarah era modern. โ€œ Pada Pembelajaran sejarah kita harus mampu menarik sebuah hikmah dari apa yang kemudian kita pelajari โ€œ. Kesetaraan pembelajaran sejarah juga harus digaungkan, kesetaraan dalam artian bukan menyeragamkan pembelajaran sejarah, namun demikian untuk melihat sisi lokal dalam pembelajaran sejarah agar kemudian mampu memberikan pembelajaran yang berpijak pada akar โ€“ akar moral lokal.

โ€œ tentu saja arahnya bahwa kita harus membangun kesadaran kolektif tentang sejarah โ€œ Tutupnya.

Acara Seminar tersebut dihadiri mahasiswa dilingkungan fakultas Ilmu sosial, Guru Sejarah, Dosen dan juga Alumni jurusan Sejarah.