Monthly Archive July 2018

Rizky Puspasari : Kuliah sambil Jualan Jilbab

ris

Menjadi wirausaha saat ini telah menjadi tren yang banyak dipilih para generasi muda. Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang memilih membangun bisnis sendiri. Bahkan, merintis serta membangun usaha sejak mahasiswa. Salah satunya adalah Rizky Puspasari.

Rizky Puspasariadalah mahasiswa dari jurusan Politik dan Kewarganegaraan angkatan 2014 berasal dari kota tembakau yaitu Parakan Temanggung. Disela-sela kuliah dia merintis bisnis di bidang penjualan jilbab atau kerudung. Rizky memulai bisnis jualan jilbab tanggal 21 Juli 2015 bekerjasama dengan mahasiswa salah satu Universitas Negeri yang berada di Jogjakarta.

“Bisnis dengan berjualan jilbab karena jilbab merupakan kebutuhan pokok untuk para wanita, apalagi sekarang mahasiswi Unnes sebagian besar sudah berhijab semua jadi untuk sasaran penjualan lebih besar.
Marketing penjualan jilbab saya menggunakan media sosial seperti WA, Facebook, dan Instagram untuk mempromosikan jualan saya. Jilbab yang saya jual merupakan hasil produksi sendiri semua dan sudah memiliki label sendiri yaitu rizta_hijab. Untuk melihat produk jilbab yang saya jual bisa langsung cek instagram @rizta_hijab” ungkap Rizky.

Jangkauan penjualan  sudah luas mulai dari daerah Parakan, Temanggung, Semarang, Jogjakarta, luar pulau jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Maluku. bahkan reseller dari luar negeri yaitu Negara Taiwan mengambil produk jilbab untuk di pasarkan disana.

Itu adalah potret salah satu mahasiswa FIS UNNES yang menginspirasi. Peran Rizky sebagai mahasiswa yang juga pengusaha adalah harus mengedukasi masyarakat yang belum melek teknologi. Hal ini sangat tidak mudah, membutuhkan proses tidak bisa berlangsung instan. Untuk itu mari mahasiswa FIS UNNES selalu mencari inspirasi baru untuk memajukan dunia usaha disela-sela kuliah.

 

FIS UNNES JALIN KERJASAMA DENGAN ALUMNI MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

foto fgd

FIS UNNES – Bulan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Tahun 2018 diisi dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Alumni Dalam Pengembangan FIS UNNES Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 pada Kamis (26/7/2018) di Gedung C7 Lantai 3 FIS UNNES.

Hal ini juga rebagai respon FIS UNNES menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dan era disrupsi, yakni dengan membangun komunikasi dengan alumni sebagai jejaring dalam penguatan lembaga.

FGD diikuti oleh 40 peserta dengan 8 narasumber dari birokrat dan pengusaha, yakni Drs. Anjar Gunadi, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Demak), Dwi Pramuningrum (Kepala Dinas pemuda, olahraga dan Pariwisata Kab Semarang), Enny Sundari, S.Pd. (PNS guru dan Owner Toko Adijaya Jepara), Sindung Wardana (Analis Data dan Informasi Penyediaan Tanah Transmigrasi, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Karsono Indriyadi, S.Pd, M.M (pengusaha), R Widodo Pramukanto, S.Pd. Kn, M.M. (Guru SMK Negeri 1 Ambarawa dan Pembina Desa Wisata Kab Semarang, Pengelola Desa Wisata Kalipucung, Kec Jambu, Kab Semarang), Irma Susanti (CEO PT Identix Pratama Indonesia : pengusaha), dan Muhammad Kholiq (guru SMKN 4 Semarang dan entrepreneur: pengembangan lembaga pendidikan dan bergerak dalam dunia radio).

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A.  menekankan pentingnya peran alumni FIS UNNES dalam memberikan arah bagi pengembangan FIS UNNES, sekaligus sebagai mitra dan diharapkan juga dapat memberikan sumbangan nyata untuk dapat menghadapi ancaman, tantangan maupun peluang FIS UNNES di era revolusi industri 4.0. Perubahan dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0 dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia telah mengubah hampir semua tatanan kehidupan, berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.

Berbagai masukan FGD menjadi input yang dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pembelajaran ke depan dan penyiapan alumni, Dr. Hamdan Tri Atmaja sebagai moderator di akhir acara menyimpulkan bahwa sekolah adalah metode mengubah jalan pikiran bukan sekedar ilmu pengetahuan, dan pentingnya pembangunan karakter. Selanjutnya integrasi berbagai elemen, baik fakultas maupun stakeholder dan praktisi. Integritas menjadi kekuatan untuk menggapai sukses pada bidang yang ditekuni. Hal lainnnya yaitu harus dapat mengikuti perubahan-perubahan yang baru. Perlu pembelajaran ada pada ruang yang lebih luas, terutama pada konteks praktik dan pengalaman belajar untuk penguatan karakter manusia.

FIS UNNES adakan Pelatihan Penulisan Artikel Populer Mahasiswa

Penulisan Artikel 2

“Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menulis sebuah artikel opini,“ ungkap Andy Suryadi, dosen Sejarah FIS UNNES, dalam acara Pelatihan Penulisan Artikel Populer Mahasiswa FIS 2018 bertempat di gedung C7 lantai 3, Rabu (25/7).

Pelatihan ini yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS UNNES, Drs. Ngabiyanto M.Si., yang diikuti oleh puluhan mahasiswa perwakilan dari semua Jurusan dan Program Studi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa mahasiswa sekarang ini harus bisa menulis di berbagai media, jangan hanya bisa menulis di status sosmed saja. “Kabarkanlah kebaikan UNNES lewat artikel di media popular!” lanjut WD III FIS UNNES.

Acara terdiri atas pemaparan materi tentang penulisan artikel oleh Andy Suryadi, dan juga penerapan materi yang diperoleh dengan praktik menulis artikel opini. “Untuk menulis sebuah artikel opini tidak diperlukan bakat khusus. Dalam hal ini yang diperlukan hanyalah kemauan dan kerja keras serta kesukaan untuk membaca atau mencari informasi“ tambah Andy Suryadi yang juga aktif menulis artikel opini diberbagai surat kabar Nasional.

Setiap penulis menginginkan agar artikelnya dimuat dalam media, baik media cetak maupun elektronik. Berkaitan dengan ini Andy Suryadi membagikan tips jitu agar tulisan dapat tembus media, antara lain mengenali karakter media, mempelajari rubrik, topic aktual, menggunakan kalimat efektif, memberikan penjelasan singkat, serta menulis sesuai bidang ilmu yang dikuasai.

Dosen Sosant FIS Unnes Mengikuti International Conference di Filipina

Dr. Nugroho Trisnu Brata, M.Hum, Dosen jurusan sosiologi dan antropologi FIS UNNES menjadi pemakalah pada seminar internasional, 5th International Conference On Community Development In The Asean 2018 University of The Philippine Diliman, Filipina. Seminar internasional ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 19-20 Juli 2018.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Nugroho Trisnu Brata, M.Hum mempresentasikan makalah dengan judul “Social Mobility and Cultural Reproduction of Javanese Descendant Community In Bangkok, Thailand”. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian di Sathorn, Bangkok, Thailand yang dilaksanakan pada Bulan Juli 2016. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Kendal dan Demak, Jawa Tengah yang melakukan mobilitas sosial ke Bangkok untuk membangun taman Lumbini pada akhir abad ke-19. selanjutnya maklah tersebut bermuara pada  prosiding Internasional.

Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES memberikan apresiasi atas capaian akademik yang sudah di raih oleh Nugroho Trisnu Brata dalam International Conference tersebut. Selanjutnya Dekan berpesan agar pengalaman yang didapat selama mengikuti kegiatan internasional dapat dibagi kepada dosen dan mahasiswa di lingkungan FIS UNNES guna mendukung visi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Jurusan Sosant FIS UNNES Mengikuti Forum Komunikasi Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi di Solo

Forkom soloSelasa (17/7) Forum Komunikasi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia mengadakan Musyawarah Nasional di Syariah Hotel Solo. Kegiatan diikuti oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi seluruh Indonesia, diantaranya dari UNS, UNNES, UNY, UNJ, UNIMA, UNP, UNESA, UPI, UNM, ULM, Universitas Tanjungpura, UNIMED, UNDIKSHA, Universitas Muhammadiyah Makasar, STKIP Hamzanwadi Lombok, dan UNRAM.
Musyawarah Nasional ini setidaknya membahas tiga agenda besar, yakni pembahasan tentang kelembagaan dan kurikulum prodi, program umum Forkom 2018/2019, dan tata kelola Olimpiade Nasional Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia. Ditetapkan juga nama baru untuk forum ini, yakni Asosiasi Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI). Sedangkan olimpiade nasional dinamai dengan Olimpiade Nasional Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (OPENSANTI).
Musyawarah Nasional ini juga kembali menetapkan Ubedilah Badrun, M.Si. dan Grendi Hendrastomo, M.A. sebagai Ketua dan Sekjen APPSANTI.
Kegiatan akan dilanjutkan di hari Rabu (18/7) dengan agenda Olimpiade Nasional Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia. Mata lomba yang akan dikompetisikan meliputi Lomba Paper dan Debat, serta Lomba Microteaching. Mata lomba ini sekaligus sebagai penciri olimpiade yang diadakan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia.

#UNNES, Rektor Ajak Seluruh Warga FIS UNNES Kabarkan “Berita Bahagia”

foto anjangsana

Demikian ajakan Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. yang disampaikan saat acara Anjangsana Pimpinan UNNES di FIS UNNES pada Rabu (18/7/2018) yang dihadiri oleh semua unsur pimpinan fakultas dan jurusan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FIS UNNES.

Melalui medsos, Rektor beharap semua dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa berlomba-lomba untuk mempromosikan prestasi atau berita-berita yang membahagiakan yang mendukung pencitraan dan reputasi UNNES yang baik sebagai rumah ilmu pengembang peradaban unggul.

Rektor juga menyampaikan pentingnya seluruh warga UNNES untuk berperan aktif dalam mendeteksi dini pola dan tahapan penyebaran radikalisme di kampus, dan meningkatkan berpikir kritis sehingga tidak mudah terpengaruh paham radikal, hoax, hate speech melalui medsos dan sebagainya.

Selain itu juga perlu meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara, khususnya tentang 4 pilar bangsa yakni: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang harus selalu tertanam dan tumbuh dalam hati sanubari semua rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Hal yang penting lainnya adalah usaha dan kerja cerdas warga UNNES untuk dapat menciptakan atmosfer akademik yang kondusif di kampus, dengan kebijakan peningkatan mutu dan layanan prima melalui pengembangan SDM dengan literasi baru pada era disrupsi, layanan dengan 3 S (Senyum, Salam, dan Sapa), dan Pengembangan Layanan Terpadu (One Stop Service).

FIS Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) 2018

Sebanyak 114 peserta yang terdiri atas 80 peserta putri dan 34 peserta putra, yang berasal dari Universitas Negeri semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Terbuka Kuala Lumpur, Universutas Gajah Mada, Universitas negeri Yogyakarta, STIPARI, dan ITB, ikuti Kursus Pembina Pramuka  Mahir Tingkat Dasar (KMD)  Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Guguslatih Ilmu Sosial, Ambalan dan Racana Wijaya, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 16-21 juli 2018 di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial UNNES.  terdiri dari

Dekan FIS UNNES Drs Moh SOlehatur Mustofa MA saat membuka kegiatan menyampaikan dukungan pada kegiatanyang rutin diselenggarakan oleh Guslat FIS. Pramuka sangat penting karena merupakan tempat pengembangan karakter  luhur, semangat kebangsaan dan jiwa pengabdian  untuk kemajuan bangsa dan negara.

Tujuan KMD ini  yaitu suatu kursus dan pelatihan untuk calon pembina pramuka mahir tingkat dasar yang diberikan sebagai bekal untuk membina pramuka baik pada golongan Pramuka siaga, penggalang penegak maupun pandega.