Monthly Archive September 2018

Siswa Akademi Kepolisian China (PPSUC) Visiting Study di FIS UNNES

foto1

Delegasi dari People’s Public Security University of China (PPSUC) mengikuti visiting study di FIS UNNES. PPSUC adalah sebuah universitas/akademi kepolisian terbaik di Cina. Terdapat 38 personil terdiri dari 32 Siswa dan 6 Pendamping yang diketuai oleh Mr. Liu Ya Dong (Deputy Dean of Criminology School PPSUC). Hadir pula Perwira dan Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang yang mendampingi kunjungan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan PPSUC ke AKPOL Semarang, salah satunya berupa visiting study dengan tema Antropologi Budaya Indonesia di FIS UNNES. Acara dilaksanakan di Ruang Audio Visual FIS UNNES pada Selasa (18/9/2018), diawali dengan sambutan dari Dekan FIS Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. yang dengan senang hati menerima delegasi PPSUC.

Delegasi dari PPSUC disuguhi video/film tentang Budaya Indonesia dalam perpekstif Antropologi yang diproduksi oleh FIS UNNES, dilanjutkan sebuah paparan tentang Keragaman Budaya Indonesia (Curtural Diversity in Indonesia) oleh Dr.scient.med. Fadly Husain, Antropolog dari Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES.

FIS UNNES DORONG MAHASISWA LULUS TEPAT WAKTU

Temu Wali 2

FIS UNNES mendorong mahasiswa program sarjana S1 untuk lulus tepat waktu 8 semester. Demikian komitmen FIS UNNES yang disampaikan Dekan FIS UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. saat acara Temu Komunikasi dengan orang tua/wali mahasiswa FIS UNNES pada Sabtu lalu (15/9/2018) di Gedung C7 FIS UNNES. Pada pertemuan tersebut orang tua/wali mahasiswa khususnya yang sudah semester XI ke atas saling berbagi informasi dengan pengurus jurusan/prodi terkait dengan studi mahasiswa. Berbagai permasalahan perlu segera diselesaikan atau dicari solusi terbaik, terutama agar mahasiswa dapat lulus studi.

FIS UNNES selama ini juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Diantaranya dengan meningkatkan kinerja dan fungsi dari dosen wali dalam membimbing dan menjadi mitra komunikasi bagi mahasiswa terkait dengan masalah akademik maupun masalah non akademik. Selain itu, khusus bagi mahasiswa yang  menyusun Skripsi diselenggarakan Bimbingan Skripsi Terpadu setiap hari Rabu. Hal ini untuk memudahkan mahasiswa bertemu dengan dosen pembimbing, sehingga mempercepat proses penyelesaian Skripsi.

Sesuai data lulusan FIS UNNES, lulus tepat waktu (8 semester) FIS UNNES masih kurang dari 50%, rata-rata lama studi 4,5 tahun atau 9 semester, namun rata-rata IPK sudah 3,47. Tahun 2018 FIS UNNES mentargetkan persentase mahasiswa lulus tepat waktu adalah 50%, dan diharapkan jumlah mahasiswa lulus di atas 9 semester semakin berkurang.

Seminar Nasional PKn FIS UNNES; Hadapi Era Disrupsi dengan Penguatan Integrasi Nasional

Seminar PKn

Salah satu faktor penghambat integrasi nasional di era disrupsi adalah kurangnya menghargai kemajemukan dan terjadi intoleran antar umat beragama, sehingga ini menjadi tantangan untuk menghadirkan kembali Pancasila sebagai sumber kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Yudi Latif Ph.D (akademisi dan penulis buku “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila”) dalam Seminar Nasional dan Call for Papper Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Faklutas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis (13/9) yang bertempat di Aula FIS UNNES gedung C7 Kampus UNNES Sekaran.

Seminar ini mengambil tema “Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila”. Dalam laporannya, ketua panitia Seminar Nasional PKn, Eta Yuni Lestari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan latar belakang kegiatan ini adalah Pancasila sebagai sumber kepribadian bangsa sebenarnya bisa dijadikan sebagai acuan dalam membentuk karakter warga negara Indonesia. Akan tetapi karena Arus perubahan menyebabkan pengaruh globalisasi dengan sangat mudah masuk ke negara Indonesia.

Selain Yudi Latif Ph.D, narasumber lainnya adalah Dr. Arqom kuswanjono, M.Hum. (dosen Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada) dan Dr. Eko Handoyo M.Si (Dosen di Jurusan PKn FIS UNNES). Acara yang dibuka oleh Dekan FIS UNNES, Dr. Moh Solehatul Mustofa, MA. dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari kalangan dosen maupun mahasiswa baik program S 1 maupun program Pascasarjana. Dalam seminar tersebut diikuti oleh pemakalah  sebanyak 30 peserta yang ditulis oleh pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan  salah satunya berasal dari Malaysia.

Adanya  kurang menghargai kemajemukan dan terjadi intoleran antar umat beragama, menjadi tantangan untuk menghadirkan kembali Pancasila sebagai sumber kepribadian bangsa Indonesia. Untuk menjaga integrasi nasional di era disrupsi  sangat dibutuhkan kehadiran Pancasila sebagai  Titik Temu, Titik Tumpu dan Titik Tuju untuk menjaga keutuhan NKRI.

Yusuf Kholik dan Devi Siswandani Raih Juara Duta FIS 2018

duta fis 2

Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali mengadakan pemilihan Duta Fakultas Ilmu Sosial (Duta FIS) Tahun 2018 pada Rabu (5/9) kemarin. Sebanyak 20 finalis Duta Fakultas Ilmu Sosial perwakilan dari jurusan dan prodi yang ada di lingkungan FIS UNNES berkompetisi untuk menjadi juara dan mewakili Fakultas Ilmu Sosial di tingkat Universitas. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS UNNES Drs. Ngabiyanto, M.Si.

Memaksimalkan hasil pencarian Duta Fakultas Ilmu Sosial ini, panitia menggunakan juri yang berkompeten diantaranya Noorochmat Isdaryanto S.S., M.Si dan Hartati Sulistyo S.Sos, M.A pada bidang pengetahuan umum dan Bahasa Inggris, Shinta Dewi N pada bidang pengetahuan & Bakat (Duta terfavorit Mas Mbak Magelang) dan Sany Setiyawan terkait atribut peserta (makeup artis).

Acara ini memiliki tiga tahap seleksi oleh para juri. Tahap pertama yaitu seleksi sepuluh besar yang terdiri atas lima putra dan lima putri dari hasil penampilan bakat dan catwalk yang ditampilkan. Tahap kedua seleksi 6 besar yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri, selanjutnya tahap terakhir pemilihan juara 1,2 dan 3 dimana nantinya juara 1 dan 2 akan mewakili duta FIS berkompetisi di kancah Universitas.

Juara Favorit jatuh kepada Fiddin Nur Fidihana berdasar voting di instagram. Sedangkan Juara I hasil penilaian pada grand final Duta FIS Tahun 2018 adalah Yusuf Kholik (Pendidikan Geografi) dan Devi Siswandani (Pendidikan Sosiologi dan Antropologi), Juara II adalah M. Nu’man Al Hakim (Pendidikan Sosiologi dan Antropologi) dan Berlian Ayu Septiyana (Geografi), dan Juara III adalah Kodrat Adi Nugroho (Geografi) dan Feby Rista Adhiani (Ilmu Politik). Sedangkan Fiddin Nur Fidihana (Ilmu Sejarah) berhasil menyandang predikat sebagai Juara Favorit Duta FIS UNNES 2018. Selamat kepada finalis dan juara Duta FIS tahun 2018 kami tunggu karyamu selanjutnya.

duta fis

Berkolaburasi Dengan Mahasiswa FBS, Mahasiswa FIS Tiara Dwi Tsania, dkk. Sabet Medali Emas di Pimnas 31 UNY untuk Kategori Poster

TiaraSatu mahasiswa dari Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES turut andil dalam perolehan medali emas dalam Pimnas 31 di Universitas Negeri Yogyakarta.  Dalam kesempatan tersebut Tiara tergabung bersama tim yang diketuai Oleh Riyadi Widhiyanto, dan beranggotakan Arsifi Amanah dengan Dosen Pembimbing Asep Purwo Yudi Utomo, M.Pd. dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNNES.

Tiara dkk. Mendapat medali emas dalam kategori Poster. Poster tersebut memvisualisasikan karya ilmiah mereka berupa PKM-PSH yang berjudul “Manuskrip Kebudayaan Lisan sebagai Wujud Implementasi Konservasi Budaya Masyarakat Wonogiri”.

Dikutip dari laman unnes.ac.id, dalam acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristekdikti ini, UNNES berhasil meraih 3 medali emas dan 4 medali perak. Sehingga secara nominasi UNNES masuk dalam 10 besar dari 136 Perguruan Tinggi yang mengikuti kegiatan Pimnas tersebut.

Dekan FIS UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A memberikan apresiasi atas prestasi yang sudah diraih oleh Tiara, selanjutnya beliau menyampaikan bahwa Dekan melalui bidang kemahasiswaan FIS UNNES akan selalu mendukung dan siap memfasilitasi pada setiap mahasiswa yang mau mengikuti kompetisi. Kompetisi adalah wahana untuk mengembangkan potensi dan mengasah kompetensi diri, untuk itu setiap mahasiswa FIS diharapkan bisa bersaing atau bersanding dalam setiap ajang kompetisi nasional maupun internasional untuk mendukung Tahun Internasionalisai UNNES 2018.

Totok Rochana Raih Gelar Doktor; Setelah Meneliti Model Manajemen Pelatihan Pembelajaran Sosiologi Berbasis Multikultural

WhatsApp Image 2018-08-30 at 09.56.23Kamis (30/8) Drs. Totok Rochana M.A menjalani Sidang Promosi Doktor di Gedung Pascasarjana UNNES Kampus Kelud, Semarang. Di hadapan penguji, Drs. Totok Rochana M.A berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Pembelajaran Sosiologi Berbasis Multikultural Untuk Meningkatakan Kompetensi Profesional Guru”.

Dalam pengantarnya Totok Rochana menyampaikan bahwa, tujuan pembelajaran Sosiologi yaitu  menumbuhkan sikap, kesadaran dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Mata pelajaran Sosiologi diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mengurangi terjadinya diskriminasi yang muncul sebagai dampak masyarakat yang majemuk. Sesuai tujuan pembelajaran Sosiologi tersebut, menyiratkan perlunya pembelajaran Sosiologi berbasis multikultural. Meskipun pembelajaran Sosiologi seharusnnya berbasis multikultural, namun dalam kenyataannya mata pelajaran Sosiologi masih diperlakukan seperti mata pelajaran lain, kondisi inilah yang mendorong Totok Rochana mengembangkan penelitian tentang tema tersebut.

Atas capainya, Drs. Totok Rochana M.A dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor dengan IPK Sangat Memuaskan. Drs. Totok Rochana M.A merupakan Doktor ke-8 di Jurusan Sosiologi dan Antropologi dan Doktor ke-23 di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNNES.