Monthly Archive October 2018

Ufi Saraswati Raih Gelar Doktor bidang Arkeologi dari UI

Dra. Ufi Saraswati, M.Hum., dosen Jurusan Sejarah FIS UNNES menjalani Sidang Promosi Doktor di Gedung Auditorium Gedung IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok pada Senin (29/10).

Di hadapan penguji, Dra. Ufi Saraswati, M.Hum., berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Saptaloka: Lansekap Wilayah Batang Abad VII-IX Masehi di Jawa Tengah”. Dalam paparannya, Ufi Saraswati menyampaikan bahwa berdasarkan persepktif arkeologi lansekap, lansekap di wilayah Kabupaten Batang tidak hanya dimaknai sebagai lansekap alami, melainkan juga sebagai lansekap keagamaan. Masyarakat batang pada awal perkembangan Hindu di Nusantara pada abad VII-IX Masehi, telah dimaknai atau mempresentasikan bentang wilayahnya sebagai gambaran imajiner tataruang surga, yang dikenal dengan Saptaloka. Saptaloka itu sendiri meliputi :1. Bhuhloka/Bhurloka; 2. Bhuwahloka/Bhuarloka; 3. Swahloka/Swarloka; 4. Tapaloka; 5. Janaloka; 6. Mahaloka; dan 7. Satyaloka.

Dewan Penguji diketuai oleh Dr. Adrianus Laurens Gerung Woworuntu, M.A., dengan anggota diantaranya Dr. Ninny Soesanti Tedjowasono, M.Hum.; Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi, M.Hum.;  Dr. Isman Pratama Nasution, M.Si.; Prof, Dr, Agus Aris Munandar, M.Hum.; Dr. Kresno Yulianto Soekardi, M.Hum., dan Dr. Tjaturrahono Budi Sanjoto, M.Si. (UNNES)

Atas capaian tersebut, Dra. Ufi Saraswati, M.Hum. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor dengan IPK Sangat Memuaskan. Drs. Totok Rochana M.A merupakan Doktor bidang Arkeologi pertama di Jurusan Sejarah FIS UNNES di Jurusan Sosiologi dan Antropologi dan Doktor ke-24 di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNNES.

 

FIS UNNES Adakan Kuliah Dosen Tamu dari Punjabi University Patiala, India

 

Sebagai salah satu wujud implementasi kerjasama antara FIS UNNES dengan Punjabi University Patiala India, Dr. Balraj Singh Assosiate Profesor Department of History, Punjabi University Patiala India kembali menjadi dosen tamu dalam Kuliah Umum (Studium Generale) dengan tema “Position of Muslims in Punjab Under Sikh Rule”.

Dr. Balraj Singh memaparkan hasil kajian dan penelitiannya tentang sejarah, perkembangan, dan kehidupan umat muslim di Punjab. Dosen dan mahasiswa FIS UNNES, khususnya dari Jurusan Sejarah dan Prodi Pendidikan IPS berkesempatan mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan melalui kuliah umum ini.

Acara yang digelar di Gedung C7 Lantai 3 FIS UNNES pada Kamis (25/10/2018) adalah bagian dari usaha meningkatkan implementasi kerjasama internasional FIS UNNES untuk menjadi world class faculty. Sehari sebelumnya (24/10/2018) Nayan, Ph.D dari Department of Geography and Environment, Faculty of Human Sciences, Universiti Pendidikan Sultan Idris juga menjadi dosen tamu dalam acara Public Lecture dengan tema “Issues and Challenges of Geography Education in Malaysia”.

Pada tahun 2018 ini, sudah ada beberapa dosen/pakar dari luar negeri menjadi keynote speaker/pembicara di FIS UNNES, yakni Prof. A. Rahman Tang Abdullah dari Universiti Malaysia Sabah, Prof. Jonathan Rigg dari National University of Singapore, dan Dr. Hans Antlöv, Knowledge Sector Initiative – RTI International.

HIMA SOSANT Hadirkan Sujiwo Tejo dalam Seminar Nasional Kebudayaan 2018

sujiwo tejo 1Sabtu (20/10) Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES menyelenggarakan Seminar Nasional Kebudayaan, bertempat di Audiotorium Prof Wuryanto UNNES kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa M.A. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan, saat ini kita berada di era disrupsi dimana semua berubah dengan cepat. Pengetahuan dan Pemahaman  nilai-nilai budaya sangat di perlukan guna dijadikan pegangan dalam menitih tahapan zaman. Selanjutnya Beliau berpesan kepada mahasiswa supaya senantiasa mempertahankan nila-nila kebudayaan ditengah perkembangan era digital.

Seminar Nasional yang mengangkat tema tentang “Urgensi Nilai-Nilai Budaya di Era Disrupsi” ini mengundang Budayawan Nasional Sujiwo Tejo dan CEO PT Identix Pratama Indonesia sekaligus penggiat batik nasional Irma Susanti., S.Pd. dengan Moderator Drs. Ilyas M.Ag dosen FIP UNNES. dalam ceramahnya di hadapan hampir 1000 mahsiswa, Sujiwo Tedjo menekankan “jika kita ingin lebih hebat dari negara lain, maka kita harus nguri-uri budaya kita”.

Kegiatan ini semakin meriah ketika sujewo Tejo membawakan lagu yang dikolaburasikan bersama paduan suara UNNES. ada beberapa lagu yang dinyanyikan seperti lagu Sugih Tanpo Bondo, Semacam Riang, Lullaby dan lagu Jawa lainnya ciptaan sujewo tejo.

Mahasiswa Ilmu Politik FIS UNNES Teliti Pemikiran Tokoh Nasional Haryono Suyono Tentang Pengelolaan KB di Indonesia

Rizki

Riski Ashari mahasiswa Ilmu Politik UNNES angkatan 2014 meneliti pemikiran tokoh Keluarga Berencana Nasional Prof Haryono Suyono PhD. Prof Haryono merupakan praktisi (Kepala BKKBN, 1983-1997), (Menteri Kependudukan, 1993), Menko Kesra dan Taksin (1998-1999) sekaligus akademisi yang sukses memimpin kebijakan di sektor Pembangunan Keluarga masa Orde Baru.

Dalam skripsi yang telah diujikan pada Senin (27/8) itu, Pemuda asal Pacitan ini mengusung judul “Studi Pemikiran Tokoh Haryono Suyono: Strategi Pengelolaan Keluarga Berencana di Indonesia”, Riski merangkum profil Haryono Suyono dengan hermeneutik historis Wilhem Dilthey yang selanjutnya diungkap bahwa, pemikiran Haryono Suyono terbagi atas dua masa, yaitu periode 1980an-1990an awal dimana Keluarga Berencana memiliki pendekatan yang melibatkan masyarakat dan mengubah pardigma untuk bersama-sama masyarakat membangun KB secara partisipatif.

Kedua adalah periode 1990an-sekarang, pemikiran Haryono tentang Keluarga Berencana menekankan pada keluarga sejahtera yang implikasinya mampu mengurangi beban pemerintah untuk memberikan bantuan secara langsung dan membuat keluarga berdaya atas dirinya.

Pengubahan atau perluasan paradigma Keluarga Berencana dari aspek kuantitas menuju kualitas keluarga mulai diupayakan Prof Haryono. Secara formal paradigma ini termuat dalam UU No. 10 Tahun 1992 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

Salah satu yang disoroti dalam penelitian tersebut adalah tagline yang melekat pada BKKBN, yaitu “Dua Anak Cukup”, tagline tidak termuat dalam produk hukum atau secara formal tertulis pada aturan perundang-undangan atau lainnya.

Haryono Suyono menilai, hal tersebut sebagai semangat bagi pemerintah untuk menurunkan jumlah kelahiran, namun disisi lain, interpretasi yang berkembang di masyarkat secara tidak langsung maupun langsung telah menjadikan suatu nilai dan norma baru berkenaan dengan perencanaan keluarga, bahwa dua anak adalah jumlah ideal bagi keluarga.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Haryono Suyono, dan juga secara umum tokoh Indonesia penting diteliti untuk menghargai perjuangan mereka karena kecenderungannya studi seperti ini ditujukan untuk tokoh islam atau barat. Program KB Indonesia merupakan yang terbaik dalam transisi demografi negara berkembang masa Orde Baru, untuk itu perlu mengulas sumbangsih dari salah satu tokoh utama dan sekaligus meneliti pandangan-pandangan beliau tentang agenda kebijakan masa depan KB,” ungkap mahasiswa yang berulang kali menjuarai lomba keilmiahan itu.

WD 3 FIS UNNES MEMBUKA KEGIATAN RAKORNAS AP3SI

AP3SIJurusan sosiologi dan antropologi  FIS UNNES menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Kordinasi Nasional Asosiasi Profesi Peneliti dan Pendidik Sosiologi Indonesia (AP3SI) pada tanggal (11-12/10). Bertempat di Hotel Grasia Semarang, kegiatan ini dihadiri 14 Perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Rakornas AP3SI ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS UNNES Drs Ngabiyanto, M.Si dalam sambutannya beliau menyampaikan, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan kerjasama lintas Perguruan Tinggi di Indonesia. Implementasi nyata dari kegiatan kerjasama  tersebut bisa ditunjukan dengan dilaksanakanya pertukaran dosen lintas perguruan tinggi, kerjasama dalam PPG, pengembangan penelitian bersama, turut berpartisipasi dengan mengirimkan delegasi mahasiswa dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi.

Kegiatan Rakornas AP3SI ini secara garis besar menghasilkan beberapa rumusan diantaranya; penguatan kelembagaan lintas Perguruan Tinggi, Advokasi PPG, Olimpiade Guru Sosiologi Nasional, Seminar Internasional dengan Prosiding Terindek Scopus, dan Pengembangan Jurnal.

FIS UNNES Selenggarakan “The 2nd International Conference on Rural Studies in Asia (ICoRSiA) Tahun 2018”

icorsia foto

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS UNNES) kembali menyelenggarakan konferensi internasioal yang bertema tentang studi pedesaan, dengan tajuk The 2nd International Conference on Rural Studies in Asia (ICoRSiA) – “Recognizing Resilience in Rural Asia”.

Acara digelar di Hotel Santika Premiere Semarang pada tanggal 10-11 Oktober 2018 yang lalu, dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES, Prof. Dr. Rustono, M.Hum.

Ketua Panitia ICORSIA 2018, Dr. Gunawan, M.Hum. menyatakan bahwa konferensi tersebut diadakan sebagai respon terhadap isu-isu terkini yang dihadapi oleh desa di kawasan Asia, antara lain kemiskinan, pendidikan, perubahan iklim, bencana alam, gender, ketahanan pangan, konflik yang berhubungan dengan sumber daya alam di desa, dan politik tingkat desa. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat desa adalah makin rendahnya kualitas hidup, kesejahteraan dan penurunan kualitas lingkungan. Meskipun pembangunan telah dilakukan di desa namun belum bisa menjawab permasalahan yang ada, untuk itu apabila desa telah mampu melaksanakan pembangunan secara mandiri, maka kesejahteraan masyarakat akan dapat terwujud dan berdampak pada peningkatan indeks pembangunan masyarakat asia.

 Akademisi, peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian serta pemerintah diharapkan dapat saling bercurah pendapat dan mendiskusikan (exchange views on) tentang permasalahan tersebut. Pengetahuan tersebut masih berada pada ranah akademisi sehingga perlu dibumikan untuk kebermafaatan masyarakat yang lebih luas.

 “Konferensi Internasional ICoRSiA 2018 sebagai wadah untuk menampung ide, gagasan dan pengalaman yang berguna untuk pembangunan desa di Asia, hasil diskusi dapat dijadikan rekomendasi untuk menentukan arah kebijakan pembangunan desa di Asia”, tambah Dr. Gunawan.

Ada 4 pembicara utama (keynote speakers) dalam ICORSIA 2018 ini, yakni Prof. Jonathan Rigg (National University of Singapore), Dr. Hans Antlov (Knowledge Sector Initiative – RTI International), Prof. A. Rahman Tang bin Abdullah, Ph.D (Universiti Malaysia Sabah), dan Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si. (Universitas Negeri Semarang). Sedangkan peserta yang menjadi paper presenter kurang lebih sejumlah 130 orang, yang sebagian besar terdiri dari dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Jurusan Sosant FIS UNNES dan Jurusan Sosiologi FISIB UTM, Gelar Join Riset di Madura

KKL Madura 1Dalam rangka mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES menggelar kerjasama penelitian dengan Jurusan Sosiologi  Universitas Trunojoyo Madura (UTM), tentang Budaya Khas Madura berupa “kesenian Sapi Sonok”. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari (25-28/09) tersebut diikuti oleh 81 Mahasiswa serta 6 Dosen Sosant FIS UNNES  dan 20 Mahasiswa beserta 4 Dosen FISIB UTM di Desa Dempo Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan JATIM.

Sapi sonok merupakan salah satu bentuk aktualisasi  sistem sosial budaya masyarakat Madura yang khas. Kontes sapi sonok atau sapi cantik merupakan sisi lain dari bagaimana masyarakat Madura dalam memaknai sapi menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat pedesaan Madura, selain dari sapi kerapan.

Penelitian ini dipayungi oleh kegiatan Kuliah Lapangan Masyarakat dan Kebudayaan yang secara rutin dilakukan setiap tahun oleh Jurusan Sosiologi dan Antropologi UNNES. Menurut koordinator Kuliah Lapangan, Hartati Sulistyo Rini, S.Sos., M.A., kegiatan ini terlaksana bukan hanya sebagai bagian dari perkuliahan lapangan yang melatih mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan akan tetapi merupakan sebuah komitmen Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES untuk memperluas jejaring tri dharma perguruan tinggi sebagai modal sosial yang memperkuat kelembagaan dan kualitas penelitian.

Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sudah dibangun antar kedua Jurusan lintas Perguruan Tinggi  tersebut, selanjutnya Dekan mengharapkan kerjasama dalam bidang yang lain bisa terus dikembangkan guna memperkuat hubungan antara kedua lembaga.

Hasil dari riset ini akan disusun dan dipublikasikan bersama oleh kedua belah pihak. Riset ini diharapkan akan memperkuat khazanah kebhinekaan Indonesia dalam perspektif Sosiologi dan Antropologi.