Monthly Archive April 2019

WORKSHOP PEMBUKAAN PROGRAM S1 ANTROPOLOGI UNNES HADIRKAN GURU BESAR ANTROPOLOGI UGM

 

Workshop pendirian Program Studi S1 Antropologi yang diadakan oleh Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang yang dilaksanakan pada hari senin, 29 April 2019 di Gedung C7 lantai 2 menghadirkan Prof.Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, guru besar Antropologi UGM.

 

Dalam materinya, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra menjelaskan bahwa pendirian Program Studi S1 Antropologi harus mempertimbangkan konteks corak masyarakat dan budaya di wilayahnya dan latar belakang Sumber Daya Manusia yang dimiliki Lembaga. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengembangan lembaga dan membentuk identitas dan kekhasan kajian. Untuk pemberian nama program studi, Prof Heddy menyarankan untuk memakai nama Program Studi Antropologi sesuai dengan nomenklatur Kemenristek-Dikti agar lebih leluasa mengembangkan keimuan antropologi.

 

“Sebagai universitas LPTK, Program Studi S1 Antropologi UNNES sebaiknya mempertimbangkan 4 (empat) focus kajian, yakni Antropologi Pendidikan, Antropologi Konservasi, Antropologi Globalisasi, dan Antropologi Pariwisata. Kajian-kajian di dalamnya diarahakan kepada paradigma antropologi dan studi kawasan”, lanjut Guru Besar Antropologi UGM tersebut.

 

Senada dengan hal tersebut,  Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES, Dr.Moh.Solehatul Mustofa , MA menjelaskan bahwa pilihan Antropologi Pendidikan dan kajian Globalisasi dapat menjembatani kebijakan pemerintah terkait dengan Revolusi Industri 4.0.

 

Hasil dari workshop tersebut menjadi masukan untuk penyusunan visi misi dan struktur kurikulum program studi S1 Antropologi UNNES (al)

KOLABORASI LINTAS ANGKATAN MAHASISWA SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI UNNES, SABET JUARA II LKTI NASIONAL DI UNJ

 

Berawal dari keprihatinan tentang maraknya kasus intoleransi dalam dunia pendidikan di Indonesia, mahasiswa lintas angkatan dari Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Eka Yuniati (2016) , Nur Suci Indiyani (2017), dan Naila Rahmaniyatul Wulida (2018),  merancang sebuah karya ilmiyah dengan judul “Gerakan Guru Belajar (GEGUJAR): Strategi Pendidikan Toleransi bagi Guru dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0”. Rancangan karya ilmiah tersebut dioreintasikan untuk menciptakan kompetensi guru Indonesia yang memiliki kualitas dan profesionalisme yang baik, khususnya dalam membentuk karakter toleransi pada peserta didik. Karya ilmiyah ini berhasil mengantarkan mereka menjadi Juara II pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Mahasiswa Inovasi Pendidikan Indonesia (LKTIM IDEA) #2 Tahun 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

 

LKTINM Inovasi Pendidikan Indonesia (IDEA) #2 UNJ 2019 merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Kelompok Peneliti Muda (KPM) UNJ untuk menampung ide inspirasi dari setiap mahasiswa Indonesia dalam memperbaiki pendidikan Indonesia yang semakin buruk. Lomba IDEA ini bertujuan untuk menggali potensi dan ide-ide bidang pendidikan, menampung inspirasi mahasiswa dalam menganggapi pendidikan Indonesia saat ini, sebagai wadah para pendidik untuk mencari inspirasi dalam pembelajaran. Tema besar dari lomba ini adalah Inovasi Pendidikan Berdaya Saing dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dalam lomba ini juga dibagi menjadi 3 subtema, yaitu, media pembelajaran dalam mendukung virtual education, metode dan strategi pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi globa, dan kompetensi guru abad 21.

 

Lomba ini diadakan pada tanggal 25-27 April 2019 di Gedung Pascasarjana UNJ. Proses pendaftaran sudah dimulai sejak Februari 2019. Berdasarkan proses seleksi karya tulis ilmiah dari 78 tim (dari 37 Univeristas) di Indonesia, kemudian didapatkanlah sebanyak 15 tim dinyatakan sebagai finalis dan berhak mempresentasikan karyanya di UNJ. 15 tim tersebut antara lain 1 tim UNNES, 4 tim UNJ, 2 tim UGM, 1 tim UM, 1 tim UIN Sunan Gunung Jati, 1 tim UB, 1 tim Akademi Meteorologi dan Instrumentasi, 1 tim UPI, 2 tim UNY, dan 1 tim Universitas Jember.

 

Dengan perjuangan yang meletihkan, melalui serangkain proses dari seleksi berkas (karya tulis) dan presentasi di depan juri, perjuangan mereka akhirnya terbayarkan. Mereka mendapatkan perolehan Juara 2, dari kategori subtema Kompetensi Guru Abad 21. Satu pesan dari tim yang terdiri dari 3 angkatan yang berbeda ini, bahwa “jangan pernah menyerah pada satu kegagalan, namun asahlah terus hingga menjadi ratusan gema kemenangan”. Semoga kedepannya akan muncul banyak torehan prestasi lainnya dari mahasiswa jurusan Sosiologi dan Antropologi, FIS UNNES.

TIM MAHASISWA FIS UNNES RAIH JUARA TIGA DALAM LKTIN MECHANICAL CORNER #3 TAHUN 2019

Tim Mahasiswa yang berasal dari Jurusan Geografi FIS UNNES, yakni Nur ‘Izzatul Hikmah, Muhammad Lutfi Wirawan, dan Allesandro Aryo Setyaki meraih juara 3 dalam LKTIN MECHANICAL CORNER #3 Tahun 2019 yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Sedangkan juara 1 diraih oleh IPB, Juara 2 AAL (Akademi Angkatan Laut), Juara Harapan 1 UNY, dan UNDIP menjadi Juara Harapan 2.

Lomba diselenggarakan oleh HIMA Teknik Mesin Unimus tanggal 27 April 2019 dengan tema “Inovasi Sains dan Teknologi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045″ sebagai upaya menampung inovasi sains dan teknologi mahasiswa di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

Tim FIS UNNES berhasil menjadi 10 besar finalis yang lolos seleksi fullpaper dari berbagai universitas di Indonesia. Ada tema yang diusung, yaitu Energi, Pangan dan Lingkungan, dimana tim dari UNNES menjadi satu-satunya dari rumpun Ilmu Sosial yang lolos 10 besar untuk mempresentasikan karyanya.

Dekan FIS UNNES, Dr Moh Solehatul Mustofa MA didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd. turut merasa bangga serta mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah berprestasi dan mengharumkan nama UNNES.

“Teruslah berkarya raih prestasi setinggi mungkin, semoga ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berkarya dan berprestasi juga”, pesan Dekan kepada tim LKTIN.

HIMA PKn FIS UNNES Gelar Beragam Lomba pada Bulan Pancasila

 

Dalam kegiatan bertajuk Bulan Pancasila yang bertempat dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial ini, Hima PKn menyelenggarakan tiga cabang perlombaan, Rabu (24/4) . Ketiga cabang lomba tersebut yakni, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pancasila dan UUD NRI 1945, Lomba Video Kebangsaan, dan Lomba Orasi Kebangsaan.

Tercatat ada 36 tim yang mengikuti cabang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pancasila dan UUD NRI 1945 serta video kebangsaan. Melalui tes tertulis, tiap tim yang terdiri dari 3 siswa tersebut diseleksi untuk melaju ke babak penyisihan. Pada cabang lomba ini, juara 1 berhasil diraih oleh SMK Negeri 7 Semarang, juara 2 oleh SMA Negeri 3 Semarang, juara 3 oleh SMA Negeri 1 Boyolali, juara harapan oleh SMA Negeri 5 Semarang, dan katagori Best Video 1 oleh SMA Taruna Nusantara, serta Best Video 2 oleh SMA Negeri 1 Boyolali.

Sementara pada cabang Lomba Video Kebangsaan, hasil akhir menempatkan SMA Negeri 1 Purbalingga sebagai juara 1, MAN 2 Kota Kediri sebagai juara 2, dan SMA N 8 Malang sebagai juara 3, serta SMK Negeri Jawa Tengah sebagai juara harapan. Pada cabang Lomba Orasi Kebangsaan, kegiatan diikuti oleh 24 peserta. Mereka diseleksi menjadi 16 besar melalui pembuatan gagasan orasi secara langsung. Cabang lomba ini, menganugerahkan SMA Taruna Nusantara sebagai juara 1, dengan disusul oleh SMA Negeri 1 Boyolali sebagai juara 2 dan MAN 2 Kota Kediri sebagai juara 3, serta juara harapan yang berhasil diraih oleh SMA Negeri 10 Semarang.

SMA Negeri 1 Boyolali patut berbangga karena berhasil menyabet 4 kejuaraan dalam serangkaian Olimpiade Pancasila VII Tahun 2019. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (Hima PKn) UNNES ini pun meneguhkan SMA Negeri 1 Boyolali keluar sebagai juara umum. SMA Negeri 1 Boyolali berhasil menyabet 4 kejuaraan yakni juara umum, juara 3 dan Best Video 2 Lomba Integralistik Cerdas Cermat Pancasila dan UUD NRI 1945, dan juara 2 Lomba Orasi Kebangsaan. SMA Negeri asal Jawa Tengah ini didaulat sebagai juara umum untuk kali kedua setelah berhasil mengungguli puluhan sekolah lainnya dan mendapatkan sederet piala kejuaraan pada tiga cabang lomba yang dikompetisikan.

Dalam laporannya, ketua panitia Dony Vega Prayoga menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan untuk mengasah kemampuan peserta. “saat ini penting untuk mulai menanamkan cara berpikir kritis, meningkatkan kemampuan menganalisis, dan berlatih menyuarakan pendapat di muka umum bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Lebih dari itu semua, penting juga untuk menanamkan rasa cinta kepada Pancasila, UUD NRI 1945, dan Indonesia,” ungkap mahasiswa PPKn angkatan tahun 2017 tersebut.

Tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan diri melalui kompetisi, dalam kegiatan rutin tahunan ini juga dilaksanakan workshop peningkatan kompetensi bagi guru pendamping. Hadir sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Prof Dr Maman Rachman MSc dan Ketua Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Drs Tijan MSi. Keduanya membawakan materi mengenai penanaman nilai karakter dan media pembelajaran PPKn berbasis IT serta model pembelajaran bursa nilai.

Kegiatan dalam serangkaian Bulan Pancasila ini merupakan agenda kompetisi rutin tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak generasi muda bangsa yang merasa bangga dan memiliki kecintaan pada NKRI.(tw)

FIS UNNES KUATKAN KERJASAMA DENGAN FKSW UNIVERSITI MALAYSIA SABAH

FIS UNNES memperkuat kerjasama dengan Fakulti Kemanusiaan, Seni dan Warisan (FKSW) Universiti Malaysia Sabah.

Pada Jumat (26/4/2019) bertempat di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, kedua instansi sepakat menandatangani naskah kerjasama yang dilakukan oleh Dekan. Isi naskah kerjasama meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, student mobility, penelitian bersama, joint educational projects, joint publication, dan kolaborasi kegiatan akademik lainnya seperti konferensi/seminar, simposium, guest lecturer, kuliah umum dan lain-lain.

Dalam sabutannya, Dekan FIS UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. menerima dengan penuh semangat ajakan FKSW Universiti Malaysia Sabah untuk meningkatkan implementasi kerjasama kedua belah pihak. “FIS UNNES siap menjalin kerjasama akademik yang lebih intens dengan FKSW Universiti Malaysia Sabah dengan mengoptimalkan segala potensi/sumber daya yang ada dalam rangka mengembangkan diri menjadi fakultas bereputasi internasional”, tambahnya.

Setelah penadatangan naskah kerjasama dilanjutkan dengan Kuliah Umum dengan tema “Sejarah Hubungan Indonesia – Malaysia” oleh narasumber Prof Madya Dr A Rahman Tang Abdullah. Kuliah umum ini mendapat perhatian yang antusias dari dosen dan mahasiswa FIS UNNES yang memenuhi ruang di Gedung C7 Lantai 3 FIS UNNES.

Narasumber menyampaikan sejarah hubungan Indonesia – Malaysia yang pasang surut dengan adanya beberapa konflik kedua negara namun semua dapat diakhiri dengan baik dan damai. Kuliah umum ini tentunya bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan Sejarah Hubungan Indonesia – Malaysia.

Pada hari yang sama, setalah Kuliah Umum juga diadakan Seminar Tertutup, Program Pewasitan Buku dan pembahasan kerjasama yang lebih mendetail yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan fakultas dan jurusan/prodi di lingkungan FIS UNNES, sedangkan dari pihak FKSW Universiti Malaysia Sabah diwakili oleh Prof Madya Dr A Rahman Tang Abdullah, Encik Fazli Abd Hamid, dan Dr. Azali Saudi.

Mahasiswa FIS ikuti ASEAN Youth Initiative Exchange (AYIE) 2019 di Malaysia

Dua mahasiswa berprestasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2019 Arfan Habibi dari Jurusan Sejarah dan Kristi Dese Imanuel Adi Papa Yohanes dari Jurusan Geografi mengikuti kegiatan ASEAN Youth Initiative Exchange (AYIE) 2019 di International Islamic University Malaysia (IIUM) Kuala Lumpur Malaysia , Minggu-Rabu (21-24/4/2019).

AYIE 2019 atau ASEAN Youth Initiative Exchange merupakan platform bagi anak muda untuk mengembangkan kapasitas dan potensi yang dimiliki untuk tumbuh menjadi pribadi yang siap membangun masa depan dan berkontribusi bagi sekitarnya. ASEAN Youth Initiative Exchange kali ini mengangkat tema “Youth Power and CollaborACTION for Sustainable Future”. Selain didanai sepenuhnya oleh ASEAN Youth Initiative Exchange, ada beberapa kursi untuk program yang didanai sendiri.

Dalam kegiatan ini Arfan  berhasil menjadi Best Speech dan Kristi  menjadi Best Idea. Peserta AYIE 2019 berasal dari UNNES, UGM, Unsoed, Unila, UMS, Unram, SMAN 17 Palembang, SMAN 1 Sleman, SMA 1 Malati, MA Persis Garut. Sebagai fasilitator dari kalangan profesional volunteer, UIN Jogja, Unisula, UNP, Unair, UB, UGM, dan International Islamic University Malaysia. Pelaksana kegiatan Ilead Center dan Forum Negarawan Muda.

Dra. Putri Agus Wijayati M.Hum, Doktor ke 31 FIS UNNES

Dengan predikat Sangat memuaskan akhirnya Ibu Dra. Putri Agus Wijayati M.Hum. Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu-Ilmu Humaniora/Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Terhitung masa studi 5 tahun 5 bulan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,67 dan tercatat sebagai doktor ke 31 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Wisuda berlangsung hari ini, Rabu (24/4/2019) di Yogyakarta.

Berawal tanggal 01 September 2012 Ibu Putri diterima sebagai mahasiswa Program Doktor di Prodi Ilmu-ilmu Humaniora/Sejarah FIB UGM dengan status Tugas Belajar melalui beasiswa TMPD (Tim Manajemen Program Doktor) dr Kemenristekdikti. Di bawah bimbingan Promotor: Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A dan Ko-Promotor Dr. Sri Margana M. Phil berhasil menulis disertasi berjudul “Sejarah Sosial Pasar Johar Semarang Pada Abad Ke-20” yang diujikan pada sidang ujian tertutup tanggal 11 Januari 2019, Jumat, pk. 08.30-11.00 dan dinyatakan lulus tanggal 31 Januari 2019.

Segenap Pimpinan dan civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial mengucapkan selamat, semoga dapat mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan FIS UNNES, nusa dan bangsa.

Jurusan Sejarah FIS UNNES dan Penerbit Obor Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku

Dalam rangka peningkatan literasi dan menambah perspektif baru dalam studi mengenai sejarah Politik di Indonesia, kemarin Selasa (22/04/2019). Jurusan Sejarah bekerja sama dengan Penerbit Obor mengadakan kuliah umum dan bedah buku. Acara ini merupakan agenda rutin yang sering dilakukan kedua pihak. Bertempat di Gedung C7 FIS UNNES.

Acara ini dibuka oleh Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada kedua pihak yang telah menyelenggarakan acara ini dan berharap agar kedepannya acara ini semakin sering digelar terutama yang menghadirkan peneliti-peneliti asing. Hal ini menurut beliau selaras dengan visi UNNES yang “Mendunia untuk Indonesia”. Dalam kesempatan itu juga, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A juga mengingatkan pentingnya melakukan penelitian dalam skala internasional dan menghimbau agar para mahasiswa dan juga pengajar yang hadir saat itu juga bisa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

Acara pada hari itu sendiri terbagi atas dua sesi, pertama kuliah umum yang disampaikan oleh Gerry Van Klinken dan Ward Berenschot yang merupakan peneliti dari KITLV Belanda, serya Retna Hanani yang merupakan pengajar dan juga peneliti dalam kajian ilmu Politik Universitas Diponegoro. Acara berikutnya dilanjutkan dengan bedah buku yang ditulis oleh peneliti-peneliti diatas yaitu Democacy For Sale dan Citizenship di Indonesia. Adapun yang menjadi pembedah adalah dosen Jurusan Sejarah yaitu Drs. R. Suharso,M.Pd. dan Tsabit Azinar Ahmad, S.Pd., M.Hum. sedangkan yang bertugas menjadi moderator yaitu Nanda Juliah Utama, M.Hum.

Acara ini cukup meriah dimana ada antusiasme terutama dari mahasiswa yang tertarik melihat fenomena politik di Indonesia, hal ini bisa dilihat dari cukup banyaknya pertanyaan yang dilontarkan pada pemateri. Acara seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan dilingkungan FIS UNNES, dan menjadi agenda rutin yang diharapkan pula dapat berdampak pada peningkatan akademis mahasiswa di lingkungan FIS

Mahasiswa FIS UNNES Raih Juara 1 Lomba Essay Tingkat Nasional 2019 di Universitas Lampung

Muhammad Syifauddin, mahasiswa semester 6 dari Prodi Pendidikan Geografi S1 FIS UNNES berhasil meraih juara 1 Lomba Essay Mahasiswa Tingkat Nasional 2019.

Lomba Esai dengan tema “Aktualisasi dan Peranan Pancasila dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” ini diselenggarakan oleh Forum Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Lampung pada tanggal 20 April 2019.

Muhammad Syifauddin, berhasil mengungguli peserta lainnya yang berasal dari seluruh Indonesia. pada babak awal berupa seleksi essay tertulis, kemudian 10 peserta dengan essay terbaik diundang untuk mengikuti final dan mempresentasikan essay-nya di Universitas Lampung.

Sebagai juara 2 yaitu delegasi dari Universitas Ahmad Dahlan, juara 3 yaitu delegasi dari Poltekkes Negeri Surakarta.

HIMA Sejarah FIS Juara 2 Futsal Tingkat Jateng dan DIY

 

 

 

 

Menumbuhkan minat dan bakat mahasiswa dapat dilakukan dengan  mengikuti berbagai kegiatan  dalam organisasi kemahasiswaan. Dalam organisasi kemahasiswaan memiliki berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti kegiatan ilmiah, keagamaan dan bidang minat dan bakatnya seperti dalam bidang Olahraga, Seni dan Budaya.

Seperti halnya Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah FIS UNNES. Dengan kegigihannya mereka berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Futsal Mahasiswa Sejarah Tingkat DIY dan Jateng IKAHIMSI Wilayah II  bertempat di Arena Futsal Salatiga tanggal 6 April 2019 yang lalu . Bakat ini terus diolah dan dilatih agar mahasiswa semakin berprestasi. Bravo…..