Monthly Archive August 2019

Tim Allesandro Juara 3 The 2nd National GIS Competition 2019

Allesandro Aryo Setyaki, Martin Reynaldi Simanjuntak dan Nur ‘Izzatul Hikmah dari Jurusan Geografi Juara 3 dalam The 2nd National GIS Competition 2019. Acara berlangsung Senin-Selasa (26-27/8/19) di Prime Plaza Hotel Yogyakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM Yogyakarta  yang juga menyelenggarakan Geoinformation Science International Symposium 2019 sehingga finalis dari The 2nd GIS Competition 2019 juga masuk dalam participant International symposium. The 2nd GIS Competition diikuti oleh 10 besar finalis dari berbagai universitas di Indonesia. Sebagai Juara adalah :

  1. Juara 1. Universitas Diponegoro
  2. Juara 2. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  3. Juara 3. Universitas Negeri Semarang
  4. Best Problem Solving. Universitas Diponegoro
  5. Best Geodatabase Management. Universitas Indonesia
  6. Best Data Visualisation. Universitas Diponegoro

“Selamat, semoga prestasi ini menginspirasi mahasiswa FIS lainnya untuk selalu berkarya” ungkap Arif Purnomo Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS (mery).

MABA FIS 2019 BEBAS NARKOBA

 

 

Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2019 sejumlah 813 orang menjalani test urine dalam rangka bentuk antisipasi penggunaan dan peredaran narkoba di kalangan mahasiswa FIS UNNES. Dan hasilnya semuanya Negatif. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (23/8/19) di Gedung C1, C2, C5 dan C6 Kampus FIS.

Sebagai petugas pengetesan adalah Ditres Narkoba Polrestabes Semarang sebanyak 17 orang dibantu Mahasiswa Gugus Latih Ilmu Sosial.  Tes urine dilakukan serentak di delapan fakultas.

FIS UNNES PERLUAS JEJARING KERJASAMA DI KAWASAN ASIA

International Conference KSSA 2019, 23 – 24 Agustus 2019 di Republic of Korea

Diprakarsai oleh Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A., FIS UNNES berinisiatif memperluas jejaring kerjasama dengan praktisi dan pakar dari berbagai negara di kawasan Asia khususnya dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu sosial.

Bersamaan dengan kegiatan international conference dengan tema “Sustainable Peace and Co-existence in Global Citizenship Education: Challenges and Future Task” yang diselenggarakan oleh Korean Social Studies Association (KSSA) pada 23 – 24 Agustus 2019 lalu, di Jollanamdo International Education, Yeosu City, Republic of Korea telah secara resmi dibentuk Asian Social Studies Association (ASSA).

Pakar Ilmu-Ilmu Sosial dari Asia sepakat membentuk ASSA

Dalam kesempatan tersebut Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. dan Prof. Dr. Wasino, M.Hum. diundang sebagai pembicara sekaligus berdiskusi dengan berbagai pakar ilmu sosial dari Asia, yang pada akhirnya secara bersama-sama disepakati untuk membentuk ASSA.

Suatu kebanggan karena Prof. Dr. Wasino, M.Hum, Profesor Sejarah FIS UNNES ditunjuk sebagai Board of Director ASSA hingga tiga tahun mendatang untuk memimpin dan mengkoordinir kegiatan ASSA yang beranggotakan praktisi dan pakar ilmu-ilmu sosial dari Japan, Korea, Malaysia dan Indonesia tersebut.

Prof. Wasino mengatakan bila ASSA dibentuk untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi pakar-pakar ilmu sosial di kawasan Asia, terutama untuk pengembangan IPTEK di bidang ilmu-ilmu sosial dan memaksimalkan peran ilmu sosial bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia. Kegiatan ASSA meliputi kerjasama international conference, research, dan publication, dimana ASSA juga sudah memiliki jurnal internasional yakni Journal of Social Studies in Asia (JSSA) yang akan terus dikembangkan agar dapat menjadi jurnal bereputasi internasional (terindeks Scopus).

“Kreasi Dokar Patah” Melaju Ke PIMNAS BALI

Kreasi Dokar Patah sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Desa Dadirejo, Pati adalah salah satu judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos ke PIMNAS 2019 di Bali. PKM ini diketuai oleh Mike Meida Diningrum dari Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Sebagai Anggota Lukman Ibnu Haqiqi, Febrian Yudha Tama dan Fitri Handayani. Dibawah bimbingan Eta Yuni Lestari SPd MH tim PKM FIS akan berangkat hari ini ke Bali untuk berjuang merebut Medali Emas. PIMNAS akan berlangsung pada tanggal 27-31 Agustus 2019 di Universitas Udayana, Bali.

Sebelum berangkat ke Bali Tim menyempatkan diri bertemu dengan Pimpinan FIS untuk mohon doa restu dan berpamitan. Dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Drs Apik Budi Santosa MSi dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Arif Purnomo S.Pd, SS, MPd. Drs Apik Budi Santoso MSi yang dalam hal ini mewakili Dekan FIS UNNES berpesan, “Selamat berjuang di PIMNAS, tetap jaga kesehatan,  bawa nama baik FIS dan pulang membawa raihan prestasi tertinggi dengan mebawa Medali Emas. Sukses untuk Tim PKM FIS, doa kami bersama anda”. (mery)

DR. EVA BANOWATI RAIH JABATAN PROFESOR, SEMAKIN KUATKAN SDM FIS UNNES

Dr. Eva Banowati, M.Si. secara resmi telah berhasil meraih jabatan akademik sebagai Profesor/Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geografi Sosial.

Kabar gembira tersebut sesuai SK Menristekdikti Nomor 27753/M/KP/2019 tanggal 19 Agustus 2019 yang menyebutkan beliau naik jabatan dari Lektor kepala menjadi Guru Besar terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2019.

Wanita kelahiran Pati pada 29 September 1961 ini menjadi dosen di Jurusan Geografi FIS UNNES, terutama sebagai pengampu mata kuliah Geografi Sosial dan Geografi Pertanian sejak tahun 1989, seusai menyelesaikan studi Sarjana Pendidikan Geografi di IKIP Semarang tahun 1984. Beliau kemudian studi lanjut S2 Geografi UGM lulus tahun 2001, dan meraih gelar Doktor Geografi UGM Tahun 2011.

Prof. Dr. Eva Banowati, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Program Studi Sarjana Geografi FIS UNNES, saat ditemui Tim Warta FIS UNNES mengucapkan rasa syukur atas karunia Allah SWT dan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung beliau meraih Jabatan Profesor.

Beliau justru mengungkapkan tanggung jawabnya kini semkin berat dan besar, karena sesuai dengan perundangan dan ketentuan. Profesor memiliki kewajiban khusus menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat.

Secara jelas tertuang dalam Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, bahwa Profesor diwajibkan paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional; atau paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. Selain itu, Profesor juga harus menghasilkan buku atau paten; atau karya seni monumental/desain monumental dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun, tambah beliau.

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar FIS UNNES mengucapkan selamat dan sukses, turut bangga dan bahagia atas keberhasilan Prof. Eva Banowati tersebut.

Dekan berharap dengan bertambahnya satu Profesor di FIS UNNES dari lima menjadi enam, akan dapat semakin menambah kekuatan dan keunggulan SDM FIS dalam upaya meningkatkan pelayanan dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi. (bs)

MAHASISWA BARU FIS UNNES IKUTI PPAK UNNES TAHUN 2019

Mahasiswa Baru FIS UNNES mengikuti Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) UNNES Tahun 2019. Acara dijadwalkan selama tiga hari mulai Selasa s.d Kamis (20 – 22/8/2019) bertempat di Lapangan FIS UNNES.

Pada hari pertama PPAK, dimulai dengan pengenalan pimpinan fakultas dan pengurus jurusan/program studi serta dosen pendamping lembaga kemahasiswaan di lingkungan FIS UNNES. Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. memperkenalkan secara langsung satu persatu jajaran pimpinan dan pendamping kemahasiswaan tersebut di hadapan mahasiswa baru FIS UNNES sejumlah 813 orang.

Dalam kesempatan tersebut Dekan FIS mengucapkan selamat datang mahasiswa baru di Kampus FIS UNNES, memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan PPAK dengan sungguh-sungguh dan tetap semangat, sebagai langkah awal perjalanan dan perjuangan sebagai mahasiswa  untuk nantinya dapat sukses menjadi sarjana yang berprestasi dan berkarakter.

Dekan FIS juga menyampaikan makna Kampus Konservasi dan Nilai-Nilai Konservasi, khususnya Nilai Peduli yang menjadi ciri kahas FIS UNNES kepada mahasiswa baru. “Di Kampus Konservasi ini mari kita bersama-sama menjaga kelestarian bumi, umat manusia, kebudayaan dan peradaban, karena itulah salah satu tugas kita dan wujud kepedulian kita sebagai bagian dari UNNES Konservasi”, ajak Dekan FIS UNNES penuh semangat.

Semua mahasiswa baru selama PPAK akan memperoleh beberapa materi yang terkait dengan akademik dan kemahasiswaan, untuk mengenalkan kepada mereka tentang “dunia kampus” yang mungkin berbeda dalam berbagai hal dibandingkan ketika masih di bangku sekolah.

Mahasiswa Baru akan memperoleh informasi atau materi tentang Kepemimpinan Bertumbuh, Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara, Konservasi, Materi Akademik (Etika Akademik, Panduan Akademik, Kebebasan Akademik), Pengenalan Sistem Akademik dan Kemahasiswaan, Materi Kemahasiswaan (Ormawa, Karakter dan Prestasi Mahasiswa), Panduan reputasi digital UNNES, serta Penggenalan BSO, DPM, Kiss, ERC, Guslat, KIFS, UK2, UK3, SAS, Forjunis,  KSG-SAC, SKL FIS UNNES. (bs)

DOSEN DAN TENDIK FIS RAIH PENGHARGAAN BERPRESTASI UNNES TAHUN 2019

Satu orang Dosen dan dua Tendik FIS UNNES berhasil meraih penghargaan sebagai dosen dan tendik berprestasi UNNES Tahun 2019.

Mereka adalah Dr. Atika Wijaya, SAP., M.Si. sebagai Dosen Berprestasi I Bidang Sosial dan Humaniora UNNES, Dra. Siti Nur Azizah sebagai Arsiparis Berprestasi II UNNES, dan Halim Sukma Aji, A.Md. yang berhak menyandang Laboran Berprestasi II UNNES. Tiga orang tersebut layak mendapat penghargaan setelah berhasil meyakinkan dewan penilai tingkat UNNES dengan mempresentasikan karya tulis ilmiah dan karya inovasinya sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Penghargaan diserahterimakan secara langsung oleh Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. pada saat Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 pada Sabtu (17/8/2019) di Lapangan Olahraga Prof. Dumadi FIK UNNES bersama dengan peraih penghargaan UNNES lainnya.

Senada dengan Rektor UNNES, bahwa Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. juga menyampaikan ucapan selamat dan turut merasa bangga atas prestasi yang telah diraih oleh Dosen dan Tendik FIS UNNES tersebut, dan berharap mereka tetap dan terus berkarya dan meningkatkan kinerjanya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memotivasi dan menjadi teladan bagi seluaruh dosen dan tendik di UNNES (bs).

FIS UNNES TERUS TINGKATKAN PERKULIAHAN MODEL BLENDED LEARNING

FIS UNNES pada Kamis (15/8/2019) menyelenggarakan Workshop Penyusunan RPS dan Blended Learning Semester Gasal 2019/2020.

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar penerapan perkuliahan Blended Learning di FIS UNNES dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, hal ini sesuai dengan regulasi dan arahan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan perkuliahan daring di era revolusi industri 4.0.

“Tuntutan kinerja dosen dalam Tridhrama PT yang semakin tinggi membuat mobilitas dosen juga semakin tinggi, baik untuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun untuk menulis karya ilmiah atau buku. Adanya kuliah daring akan membantu dosen untuk tetap dapat melaksanakan perkuliahan walau tidak bisa datang langsung ke kampus karena sedang melaksanakan tugas lain, di sisi lain mahasiswa tetap memperoleh layanan perkuliahan yang mejadi haknya”, ungkap Dekan FIS UNNES.

Menghadirkan salah satu pakar Blended Learning UNNES, Riza Arifudin, S.Pd., M.Cs. (FMIPA UNNES), semua dosen FIS UNNES dengan antusias menyimak paparan narasumber tentang program dan penerapan Blended Learning.

Narasumber menekankan bahwa Blended learning adalah sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, dan dalam dunia pendidikan di era industri 4.0 saat ini, perkuliahan daring memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran sehingga mahasiswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, bisa dilakukan dari mana saja secara online maupun offline.

Ketua Gugus Penjaminan Mutu FIS UNNES, Dr.scient.med. Fadly Husain S.Sos., M.Si. yang bertindak sebagai moderator workshop, menambahkan bahwa pada semester genap 2018/2019 mata kuliah FIS UNNES yang menerapkan perkuliahan dengan model Blended Learning atau kuliah “Bauran” sekitar 20%, dan pada semester gasal 2019/2020 ini ditargetkan mata kuliah yang menerapkan perkuliahan blended learning mencapai 40 hingga 50%.

Workshop Penyusunan RPS dan Blended Learning Semester Gasal 2019/2020 dilajutkan dengan unggah RPS dan Bahan Ajar oleh semua dosen secara online di Sikadu 2.0, sehingga diharapkan sebelum perkuliahan perdana semester gasal 2019/2020 pada tanggal 26 Agustus 2019 semua RPS dan Bahan Ajar mata kuliah sudah terunggah di sistem (bs).

Wakil Dekan FIS Periode 2019 – 2023 dilantik oleh Rektor UNNES

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang bersama Wakil Dekan dilingkungan UNNES  dan Wakil Direktur Pascasarjana UNNES Periode 2019-2023 dilantik oleh Rektor, Senin (12/8/19) di Auditorium kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semarang.

Prof Dr Wasino MHum sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Drs Apik Budi Santoso MSi Sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, dan Arif Purnomo SPd SS MPd Sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. “Semoga FIS semakin maju dan  dapat meningkatkan layanan internal dan publik berbasis visi misi serta berkah” pesan Dekan FIS Dr Moh Solehatul Mustofa MA.

Dan selamat juga untuk Dr Eko handoyo MSi sebagai Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Pascasarjana, semoga amanah dan terus mengembangkan institusi dengan cara konsistensi, akurasi, kembangkan terus kapasitas, dan pelajari pesaing-pesaing perguruan tinggi yang besar untuk kita adopsi (Mery/19).

FIS UNNES Gelar “International Symposium” Tentang Sejarah dan Kebudayaan

Menggandeng mitra kerja sama dari dalam negeri dan luar negeri FIS UNNES selenggarakan International Symposium on History and Culture (ISOHIC) 2019 pada Senin (5/8/2019).

Sejumlah lima pembicara dari India, Pakistan, Vietnam, dan Indonesia turut hadir menyampaikan paper dari hasil penelitian maupun analisisnya terkait dengan sejarah dan kebudayaan terkait dengan hubungan Indonesia dan India yang menjadi tema utama ISOHIC 2019.

Pembicara tersebut yakni Dr. Balraj Singh (Punjabi University, Patiala, India), Johan Richard Weintre, Ph.D. (Ketua IIFAS, APIRF, Vietnam), Dr. Sajid Mahmood Awan (Quaid-i-Azam University, Pakistan), Assistant Professor Nandita Banerjee ((Katwa College University of Burdwan, West Bengal), Parmpreet Singh (Research Scholar, Department of Public Administration, Punjabi University Patiala, Punjab, India) dan Dr. Maskota Delfi, M.Hum. (Universitas Andalas Padang).

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pembicara serta peserta yang hadir memenuhi ruangan di Gedung C7 Lantai 3 FIS. Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap semua program dan kegiatan sebagai realisasi kerja sama antara FIS UNNES dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dengan Punjabi University Patiala India yang sudah terjalin baik sejak tahun 2016 dan dengan International Indonesian Forum for Asian Studies, serta Asia Pacific International Research Forum yang diketuai oleh Johan Richard Weintre, Ph.D.

Sedangkan Prof. Dr. Wasino, M.Hum. (Wakil Dekan Bidang Akademik FIS) penggagas sekaligus Ketua ISOHIC 2019, menyampaikan bahwa simposium internasional ini merupakan salah satu wujud implementasi kerja sama dengan Punjabi University Patiala, India. ISOHIC 2019 diharapkan dapat meningkatkan iklim akademis di FIS UNNES, menambah wawasan dan pengetahuan dosen maupun mahasiswa terkait dengan hubungan Indonesia dan India dari perspektif sejarah dan kebudayaan kedua negara.