Monthly Archive October 2019

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH JABAT KETUA DEWAN PENASIHAT FIS UNNES TAHUN 2019 – 2022

Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (tengah) berfoto bersama Dekan dan Pimpinan FIS UNNES

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS UNNES) secara resmi telah menetapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bapak H. Taj Yasin Maimoen sebagai Ketua Dewan Penasihat FIS UNNES Periode 2019 – 2022.

Penyerahan SK dilakukan oleh Dekan FIS UNNES, Dr Moh Solehatul Mustofa kepada H. Taj Yasin di ruang kerja Wagub, Rabu (30/10/2019) didampingi oleh Wakil Dekan FIS UNNES dan sejumlah pimpinan di FIS UNNES.

Dalam SK tersebut, jabatan lainnya yakni Sekretaris Dewan Penasihat dijabat oleh Dr Teguh Hadi Prayitno, MM MHum, MH dan dua anggota dewan penasihat adalah Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas Amich Al Humami dan Wakil Rektor Bidang Prencanaan dan Kerjasama UNNES, Prof Agus Nuryatin.

Taj Yasin mengatakan akan ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini, Pemprov Jateng akan meminta dukungan UNNES untuk program pengentasan kemiskinan, meski sebelumnya juga sudah dilakukan.

“Menurunkan kemiskinan itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Tapi semua pihak mesti terlibat. Misalnya, nanti mahasiswa yang KKN bisa diarahkan ke desa yang masuk zona merah (kemiskinan). Karena mereka butuh bimbingan,” kata Taj Yasin.

Di sisi lain, pihak kampus akan melakukan hilirisasi hasil penerlitian dan riset. Melalui sinergi dengan Pemprov Jateng maka hasil riset akan bisa tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah.

Dr Moh Solehatul Mustofa mengatakan, sinergi tersebut diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan di UNNES, khususnya di FIS. Lantaran hasil riset yang dilakukan tepat guna dan bermanfaat.

“Ini merupakan cara kami untuk mengembangkan FIS lebih berdaya guna. Kami memiliki banyak pakar dan program. Target-targetnya nanti bisa disinergikan dengan Pemprov Jateng,” kata Solehatul Mustofa.

Sejumlah hasil karya maupun riset yang dibuat oleh mahasiswa maupun akademisi FIS seperti sejarah yang berkaitan dengan persoalan sosial, kemasyarakatan dan karakter bangsa serta peta-peta tematik di Jateng.

MAHASISWA FIS UNNES KEMBALI RAIH PREDIKAT LULUSAN TERBAIK PADA WISUDA KE-99 TAHUN 2019

Adi Riski Hidayat berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Wisuda Ke- 99 Tahun 2019.

Pada Wisuda ke-98 UNNES yang lalu, dua lulusan FIS UNNES yakni Wenny Dwika Paradita dan Nunik Febriana Dewi juga dinobatkan masing-masing sebagai lulusan terbaik pada program Sarjana dan Diploma Tiga.

Lulusan dari Program Studi Sarjana Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES berhasil meraih gelar sarjana pendidikan (S.Pd.), dengan IPK 3,93 (tiga koma Sembilan tiga) yang ditempuh selama 3 tahun 11 bulan dan 14 hari.

Putra dari pasangan Bapak Limono dan Ibu Karsari yang lahir di Banjarnegara pada 17 Januari 1997 ini memang selalu meraih prestasi akademik yang membanggakan sejak semester I, dan akhirnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat Dengan Pujian (Cumloade).

Penghargaan dan ucapan selamat diberikan secara langsung oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. dalam Upacara Wisuda Program Doktor, Magister, Pendidikan Profesi, Sarjana dan Diploma UNNES Ke-99 tahun 2019.

Wisuda kali ini diikuti oleh sejumlah 1.492 orang lulusan, terdiri atas 3 orang Doktor, 132 orang Magister, 5 orang Profesi Konselor, 1.327 orang Sarjana, dan 25 orang Diploma.

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. atas nama  Keluarga Besar FIS UNNES turut mengucapkan selamat dan sukses untuk Adi Riski Hidayat, dan berharap hal ini dapat memotivasi mahasiswa FIS UNNES lainnya untuk dapat lulus tepat waktu dan meraih prestasi akademik yang sebaik-baiknya.

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Antropologi Raih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Jumat (25/10/2019) UKM Pramuka diwakili oleh tim Srikandi Racana Wijaya yang beranggotakan Alfi Nadhiroh (SosAnt-FIS), Eva Triyani (FIP), dan  Yayu Tika Atmadani (FE) telah berhasil mendapatkan juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Jumpa Karya Praja Nasional Racana Dang Tuanku dan Bundo Kanduang Universitas Negeri Padang. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22-26 Oktober 2019. Setelah melewati proses yang panjang dari tahap Abstract  Elimination hingga tahap Full Paper, panitia  berhasil mendapatkan 5 finalis golongan Pandega(Perguruan Tinggi) se-Indonesia untuk melakukan tahap Oral Presentation. Selain Juara 1 yang di raih oleh Universitas Negeri Semarang, Juara 2 diraih oleh Universitas Sumatra Utara dan Juara 3 diraih oleh Universitas Negeri Jambi.

Selain Oral Presentation LKTIN juga terdapat kegiatan lain yaitu Focus Group Discussion dengan tema “Peran Pemuda dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0”, workshop kebudayaan Minang yaitu “Menyulam banang Ameh” atau dalam bahasa indonesia berarti Menyulam benang Emas,Sharing Session dengan Walikota Padang dengan tema “Peran Pramuka dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0” serta yang terakhir adalah City Tour di kota Padang. (Alfi Nadhiroh)

Lukman Dan Deliana Raih Jura 2 Lomba Projek Kewarganegaraan Pekan Kebangsaan Ke-IV HKn Di Universitas Negeri Malang

Lukman Ibnu Haqiqi (PKn), Deliana Butar Butar (Geografi), dan Rizka Andriyanti (FE) adalah kelompok gabungan dalam kegiatan Lomba Projek Kewarganegaraan Pekan Kebangsaan Ke-IV Hkn Di Universitas Negeri Malang.  Kelompok ini berhasil meraih juara 2 setelah dikalahkan oleh TIM tuan rumah. Tema yang meraka angkat adalah “Baksos UNNES Mengabdi” Sebagai
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dan Tridharma Perguruan Tinggi Oleh UKM Bakti Sosial UNNES”.

Acara berlangsung pada tanggal 25 s.d. 26 Oktober  2019 di Aula Ki Hajar Dewantara Gedung 11 Lantai 7  Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Sebagai juara 1 adalah Universitas Negeri Malang dan Juara 3 dari Universitas Pasundan. Peserta berasal dari lima Perguruan Tinggi yang telah lolos babak penyisihan.

Dekan beserta pimpinan FIS menyampaikan ucapan selamat, semoga menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. Selamat. (mery/19)

 

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI SUKSES GELAR KOMPETISI SOSIOLOGI NASIONAL V TAHUN 2019

Sabtu (19/10) telah terselenggara Kompetisi Sosiologi Nasional V di Gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.  Kompetisi yang diselenggarakan oleh HIMA Jurusan Sosiologi & Antropologi FIS UNNES ini diikuti oleh 503 siswa SMA/MA dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini merupakan perhelatan yang dilakukan setiap dua tahun sekali. Dengan mengusung Tema “Great Sociology Competition for Smart Millennials Generation”,  acara ini berlangsung sangat meriah sebab dirangkaikan dengan Seminar Nasional untuk guru pendamping dengan nara sumber Prof.Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.A, Guru Besar Jurusan Sosiologi dan Antropologi UNNES.

 

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES, Dr. Moh.Sholehatul Mustofa, M.A. Dalam sambutannya, Dekan FIS UNNES menjelaskan bahwa kompetisi Sosiologi Nasional V ini merupakan salah satu ajang bergengsi di Fakultas Ilmu Sosial sebab mampu mendatangkan siswa dan guru dari seluruh Indonesia. “Acara ini jangan hanya dimaknai sebagai kompetisi semata, tetapi lebih tepatnya menggugah semangat dan kesadaran kritis siswa-siswa SMA untuk mengapresiasi Ilmu Sosiologi dan problem-problem kemanusiaan,” ucap Dr. Moh.Sholehatul Mustofa, dalam sambutannya

 

Muhammad Tohir, Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini berbeda dari kompetisi Sosiologi sebelumnya, sebab tidak lagi menggunakan kata Olimipade Sosiologi  dan babak penyisihan dilakukan secara on line. Dari 503 peserta, sebanyak 125 peserta yang berhasil lolos dan mendapatkan undaangan ke UNNES untuk bertanding pada babak perempat final.  Bentuk tes untuk babak perempat final adalah tes tertulis yang akan menjaring 15 peserta untuk maju ke babak semi final. Di babak semi final ini, peserta berkompetisi menulis essay terbaik dengan soal studi kasus. Setelah itu, terjaring 6 peserta untuk masuk pada babak grand final dengan bentuk lomba adalah presentasi materi, tanya jawab dengan dewan juri dan pemecahan kasus masalah kebudayaan.

 

 

Peserta yang berhasil menyabet jurara pada kompetisi Sosiologi SMA/MA se-Indonesia V ini adalah Abel Yosafat dari SMA Don Bosco III Cikarang sebagai juara 1, Zulfikar Fahmi Putra dari SMA N 2 Semarang sebagai juara II, dan Theresa Angelica dari SMA Tarakanita Gading Serpong sebagai Juara III. Sementara itu Juara Harapan I diraih oleh Feryzka Royidiana dari MAN 2 Kota Kediri, Juara Harapan II diraih oleh Mellisa Indah Pratiwi dari SMAK Frateran, Surabaya, dan Juara Harapan III diraih oleh Yasmin Muna dari SMA IT Nur Hidayah, Surakarta.

 

“Selamat kepada para juara, lanjutkan tradisi prestasi ini. Kalian adalah calon dokter sosial  masa depan, yang akan banyak berkontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah sosial di masyarakat”, ujar Asma Luthfi, S,Th,I, M,Hum, Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi UNNES sembari menutup acara Kompetisi Sosiologi SMA/MA se-Indonesia V.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES dalam Seminar APPSANTI: Smart Society 5.0 Menjadi Tantangan bagi Guru Millenial

Era Disrupsi menjadi tantangan pembelajaran Sosiologi dan Antropologi di Era Revolusi Industri 4.0 menuju society 5.0 menjadi tema dalam acara temu alumni nasional APPSANTI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia) tahun 2019.  Acara yang dilaksnakan di Universitas Hamzan Wadi, Pancor, Lombok Timur pada tanggal 15-17 Oktober 2019. Acara tahunan ini diawali dengan seminar nasional yang melibatkan dosen Sosiologi dan Antropologi dari 21 universitas negeri dan swasta di Indonesia, mahasiswa dari berbagai universitas, dan guru-guru Sosiologi yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam acara ini, Dr.Moh Sholehatul Mustofa, MA, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES menjadi salah satu pembicara yang dipanelkan dengan Dr.rer.nat.Nurahdi, S.Ant, M.Hum (UNS) dan Dr. Nurun Soleh, M.Si (Universitas Hamzan Wadi). Dr.Moh Sholehatul Mustofa, MA menyoroti adanya 5 (lima) aspek yang harus dijawab dalam menghadapi tantangan era industry 4.0 dan society 5.0. Kelima aspek tersebut adalah pembaharuan orientasi pembelajaran, pengembangan materi, metode, media, pendekatan dan model pembelajaran inovatif, pengembangan kompetensi di ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, penyiapan sarana/prasarana dan sumber belajar, dan terakhir adalah dukungan kebijakan pemerintah dan dunia usaha/dunia industry.

“Indonesia perlu mempersiapkan seluruh masyarakatnya agar mampu beradaptasi dengan dunia industry dan masyarakat dalam menghadapi society 5.0 agar dapat menghindari resiko sosial dengan melebarnya ketimpangan sosial akibat lompatan teknologi yang begitu cepat. Dalam hal ini, Sosiologi dan Antropologi dapat menjadi  ilmu dan mata pelajaran SMA/MA bekal bagi siswa untuk menghadapinya. Oleh karena itu, perlu ada cara dan metode baru yang harus diadaptasikan dalam pembelajaran Sosiologi dan Antropologi di sekolah”, ungkap Dekan Fakultas Ilmu Sosial sambil menutup materinya.

MGMP Sosiologi Jawa Tengah Gandeng Kepala Laboratorium Sosiologi dan Antropologi Unnes Sebagai Nara Sumber Utama pada Workshop Pengembangan Materi Ajar Sosiologi

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru Sosiologi dalam pengembangan materi pemblejaran di SMA/MA Sederajat, pengurus MGMP Sosiologi Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan “Workshop Pemetaan Materi Sosiologi dan Implementasi Penerapan Sekolah Etnografi”. Acara ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Rabu 9 Oktober 2019.

Dalam acara workshop ini, Kuncoro Bayu Parsetyo, S.Ant, M.A, Kepala Laboratorium Jurrusan Sosiologi dan Antropologi tampil sebagai nara sumber utama. Dalam acara ini, Kuncoro Bayu Prasetyo menjelaskan bahwa metode etnografi sesungguhnya berakar dari tradisi Antropologi, tetapi dapat menjadi alternatif bagi pelajaran Sosiologi di SMA/MA untuk membawa siswa memahami praktek penelitian sosial secara langsung di masyarakat serta mengenali fenomena sosial budaya dalam masyarakat.

Sebagai salah satu terobosan yang relative baru bagi pembelajaran Sosiologi, acara workshop ini cukup menarik perhatian guru-guru Sosiologi sehingga pesertanya mencapai 100 orang yang merupakan   guru-guru Sosiologi SMA/MA yang tersebar dari seluruh kabupaten di Jawa Tengah. “Kegiatan ini senggunhnya merupakan desiminasi hasil penelitian model sekolah etnografi sebagai pembelajaran inovatif penelitian sosial pada mata pelajaran Sosiologi dan Antropologi di SMA/MA”, lanjut Kepala Laboratorium Sosiologi dan Antropologi UNNES sembari menutup paparannya.

PROF. DR. WASINO, M.HUM. PEMBICARA UTAMA SEMINAR NASIONAL SEJARAH DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Prof. Dr. Wasino, M.Hum. Guru Besar Sejarah FIS UNNES mendapat kehormatan sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional Sejarah IV yang  diadakan oleh Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) pada Sabtu lalu (19/10).

Seminar dengan tema “Pendidikan Sejarah Abad ke 21: Sinergi Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha” menampilkan tiga pembicara utama, yaitu: Prof. Dr. Wasino dari Universitas Negeri Semarang (UNESS), Dr. Leli Yulifar M.Pd dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Syafruddin Yusuf, M.Pd, Ph.D dari Unsri.

Prof. Dr. Wasino menyampaikan materi tentang “Pendidikan sejarah dan pengembangan etos kewirausahaan” menekankan pentingnya membaca ulang pendidikan sejarah. ”Selama ini di kalangan masyarakat umum, sejarah selalu dikaitkan dengan kekunoan, masa lampau, yang tak ada relevansinya dengan masa kini,” katanya. Oleh karena dipandang kuno, tidak modern maka perhatian terhadap sejarah di kalangan umum kurang baik. Pandangan ini disebabkan sejarah yang diajarkan di lembaga pendidikan selalu mengutamakan tema sejarah politik yang lebih menekankan pada aspek kekuasaan dan perang.

Dalam sejarah politik ditekankan pada pergantian kekuasaan dan perang. Meskipun secara teoretik dalam pembelajarannya harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, namun dalam realitasnya dalam proses pembelajaran lebih ditekankan pada aspek kognitif saja. Hafalan tentang peristiwa masa lalu menjadi aspek utama dan kurang memahami makna di balik peristiwa sejarah.

Dalam kaitan dengan dunia usaha menurut Wasino, bangsa Indonesia sudah mengenal kewirausahaan sejak masa lalu. Masyarakat dan penguasa sudah terlibat dalam perdagangan dengan bangsa-bangsa asing. Tradisi Kewirausahaan tergeser ketika VOC memegang memonopoli jaringan dagang di wilayah Nusantara. Tradisi ini semakin bergeser ketika dilaksanakannya Tanam Paksa (1830-1870) dengan beralihnya tradisi berdagang menjadi tradisi pekerja (buruh).

MAHASISWA FIS UNNES BELAJAR DARI MENTALITAS MASYARAKAT JEPANG DALAM PEMBANGUNAN

FIS UNNES menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Mentalitas Masyarakat Jepang dalam Pembangunan” pada Selasa (22/10/2019) di Gedung C7 Lantai 3 FIS UNNES.

Drs. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya menjadi narasumber dalam kuliah umum ini.

Dekan FIS, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. saat pembukaan acara mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada narasumber. “Tema kuliah umum ini sangat penting dan relevan dengan dengan prioritas utama pemerintah untuk pembangunan SDM, selain pembangunan infrastruktur yang sudah berlangsung dengan baik, kita semua bisa belajar dari masyarakat Jepang sebagai salah satu rujukan bagi kita, khususnya untuk membangun mentalitas masyarakat yang hendaknya dimiliki oleh mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunan bangsa”, ungkapnya.

Dihadapan kurang lebih 250 mahasiswa FIS UNNES yang hadir, narasumber mengemukakan bagaimana mentalitas masyarakat Jepang dalam pembangunan. Ethic Bushi (Bushido) atau jalan Ksatria banyak dikatakan sebagai spirit masyarakat Jepang meraih kemajuan. Nilai ethik atau karakter yang terkandung dalam BUSHIDO disinyalir merupakan modal bangsa Jepang dalam mencapai kemajuan pembangunan.

Menurut pengalaman langsung narasumber selama berinteraksi dengan masyarakat Jepang terdapat beberapa keunggulan mereka. Yakni kemauan dari dalam untuk mandiri, masyarakat pebelajar yang ulung, Majime (tekun), serius, detil, dan pantang menyerah, taat hukum/aturan/SOP, etos kerja tinggi dan cepat, cermat dan tepat waktu, serta kemampuan dalam melakukan mobilisasi dan kontrol.

Narasumber menambahkan bila di Jepang hampir semua aspek dapat dimobilisasi dan kontrol yang baik. Sebagai salah satu contoh, selama di Jepang orang tidak pernah dimintai laporan pajak. Namun setiap tahun mereka malah dapat laporan tentang pajak yang telah dibayar selama tahun sebelumnya dan berdasarkan laporan itu sekaligus pemberitahuan tentang penetapan besaran pembayaran pajak untuk tahun depan. (bs)

BAGJA RIYANTO RAIH JUARA 2 LOMBA ESSAY NASIONAL 2019 DI UNSOED

Selamat kepada Bagja Riyanto mahasiswa Pendidikan IPS semester 7, yang berhasil mendapatkan Juara 2 di Lomba Essay Karya Aksara Soedirman 2019.

Lomba tersebut diadakan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jendral Soedirman tanggal 8 – 10 Oktober 2019, yang mengangkat tema “Strategi Pengelolaan Dana Desa untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”.

Bagja termasuk 6 finalis yang mempresentasikan essaynya di hadapan dewan juri, dan akhirnya berhasil meraih juara 2 diantara finalis tersebut.