024-8508006

February 10, 2017

Dr. Balraj Singh dan Dr. Lakhvir Singh (Punjabi University) Isi Materi Studium Generale di Fakultas Ilmu Sosial

[:en] 

Jumat (10/2) FIS menyelenggarakan Studium Generale dengan dosen tamu Dr. Balraj Singh (Assistant Professor, Department of History-Punjabi University) dan Dr. Laklvir Singh (Assistant Professor, Departmen of Social Work-Punjabi University). Kegiatan ini sekaligus sebagai follow up atas kunjungan jajaran pimpinan FIS di akhir tahun 2016 ke Punjabi University, India.

Masing-masing pembicara mengusung tema berbeda, Dr. Balraj berbicara tentang “Impact of the Indian Movement in Indonesia”. Dalam penjelasannya, Dr. Balraj menggunakan pendekatan historis dalam menguraikan panjang lebar tentang bagaimana pergerakan orang-orang India yang ada di Indonesia sejak masa perkembangan kerajaan Hindu-Budha, pergerakan kemerdekaan, hingga kondisi kekinian.

Dr. Balraj juga menjelaskan betapa saling terkaitnya perjuangan kemerdekaan yang dikumandangkan Soekarno Hatta di Indonesia dengan perjuangan kemerdekaan Gandhi di India. Setidaknya, perjuangan kemerdekaan di masing-masing negara saling menginspirasi satu sama lain.

Pembicara kedua, Dr. Laklvir Singh, berbicara tentang “Introduction of Social Work”. Dr. Laklvir lebih lanjut menjelaskan bahwa ‘social worker’ adalah seni dalam memberdayakan semua sumberdaya yang ada untuk saling membantu satu sama lain, maupun membantu diri sendiri dalam mengatasi permasalahan-permasalahan sosial dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan kemanusiaan. Di India, pionir dalam penyelenggaraan ‘social worker’ dirintis oleh University Grant Commision di tahun 1920.

Suasana menjadi semakin meriah, ketika Dr. Laklvir mengakhiri presentasinya dengan menyanyikan lagu legendaris “Kuch-Kuch Hotahai”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung C7 lantai 3 FIS ini mendapat banyak apresiasi baik dari dosen maupun mahasiswa.

“Saya harap kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah semacam ini terus ditingkatkan untuk meningkatkan literasi, baik dosen maupun mahasiswa. Sehingga nantinya ke depan, kita bisa sejalan dengan arahan rektor, untuk mendukung UNNES sebagai rumah ilmu pengembang peradaban unggul”. Papar Mustofa, selaku Dekan FIS, dalam sambutannya.[:id]Jumat (10/2) FIS menyelenggarakan Studium Generale dengan dosen tamu Dr. Balraj Singh (Assistant Professor, Department of History-Punjabi University) dan Dr. Lakhvir Singh (Assistant Professor, Departmen of Social Work-Punjabi University) dengan dimoderatori oleh Dr.scient.med. Fadly Husain, M.Si (Dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi). Kegiatan ini sekaligus sebagai follow up atas kunjungan jajaran pimpinan FIS di akhir tahun 2016 ke Punjabi University, India.

Masing-masing pembicara mengusung tema berbeda, Dr. Balraj berbicara tentang “Impact of the Indian Movement in Indonesia”. Dalam penjelasannya, Dr. Balraj menggunakan pendekatan historis dalam menguraikan panjang lebar tentang bagaimana pergerakan orang-orang India yang ada di Indonesia sejak masa perkembangan kerajaan Hindu-Budha, pergerakan kemerdekaan, hingga kondisi kekinian.

Dr. Balraj juga menjelaskan betapa saling terkaitnya perjuangan kemerdekaan yang dikumandangkan Soekarno Hatta di Indonesia dengan perjuangan kemerdekaan Gandhi di India. Setidaknya, perjuangan kemerdekaan di masing-masing negara saling menginspirasi satu sama lain.

Pembicara kedua, Dr. Lakhvir Singh, berbicara tentang “Introduction of Social Work”. Dr. Laklvir lebih lanjut menjelaskan bahwa ‘social worker’ adalah seni dalam memberdayakan semua sumberdaya yang ada untuk saling membantu satu sama lain, maupun membantu diri sendiri dalam mengatasi permasalahan-permasalahan sosial dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan kemanusiaan. Di India, pionir dalam penyelenggaraan ‘social worker’ dirintis oleh University Grant Commision di tahun 1920.

Suasana menjadi semakin meriah, ketika Dr. Lakhvir mengakhiri presentasinya dengan menyanyikan lagu legendaris “Kuch-Kuch Hota Hai”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung C7 lantai 3 FIS ini mendapat banyak apresiasi baik dari dosen maupun mahasiswa.

“Saya harap kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah semacam ini terus ditingkatkan untuk meningkatkan literasi, baik dosen maupun mahasiswa. Sehingga nantinya ke depan, kita bisa sejalan dengan arahan rektor, untuk mendukung UNNES sebagai rumah ilmu pengembang peradaban unggul”. Papar Mustofa, selaku Dekan FIS, dalam sambutannya.

Ditulis oleh Didi Pramono[:]