024-8508006

June 7, 2017

FGD “Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Undang-Undang Desa” bersama IRE Yogyakarta

Rabu (7/6) Pusat Kajian dan Pengembangan Masyarakat Desa Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES mengadakan Focus Group Discussion bersama Titok Hariyanto dari Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta.

Kegiatan FGD ini diikuti oleh segenap Dosen Jurusan Sosant dan perwakilan mahasiswa yang tertarik dengan kajian-kajian desa. Secara resmi FGD dibuka oleh Moh. Solehatul Mustofa selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

“Kegiatan FGD ini sangat positif, terlebih menghadirkan Bapak Titok Hariyanto dari IRE Yogyakarta. Mudah-mudahan FGD ini menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai desa, partisipasi masyarakatnya, dan wajah desa saat ini. Selain itu, semoga ke depan juga terjalin lagi kerjasama yang konstruktif antara Jurusan Sosant dengan IRE, utamanya pada program-program riset.” Papar Mustofa dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini Titok memulai diskusinya dengan mendeskripsikan buku baru yang disusunnya dengan tim, tentang “Desa: Situs Baru Demokrasi Lokal”. Lebih rinci, Titok menjelaskan panjang lebar tentang implikasi UU Desa terhadap lahirnya ruang-ruang demokratisasi desa.

Situs-situs baru demokrasi lokal inilah yang kemudian memunculkan inisiatif-inisiatif baru yang lahir dari akar rumput (grass root). Misal di Desa Panggungharjo, muncul inisiatif warga untuk membuat program “1 rumah 1 sarjana” dan “bidan keliling – untuk kesehatan lansia”. Misal lagi, desa Langgeran Gunungkidul bisa bertransformasi menjadi Desa Wisata Nomor 1 se-ASEAN berkat inisiatif warga untuk membuat desa sadar wisata dengan mengoptimalkan gunung purbayang ada di lingkungaannya. Selain itu, Desa Lenggeran juga menginisiasi lahirnya desa inklusif yang ramah terhadap difabel. Disamping itu, masih banyak lagi desa-desa yang berubah wajah berkat munculnya situs baru demokrasi lokalnya.

 

Oleh: Didi Pramono