024-8508006

June 18, 2017

Festival Anti Korupsi Fakultas Ilmu Sosial

[:id]Rabu (14/6) Mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyelenggarakan Festival Anti Korupsi, bertempat di halaman Gedung C6 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 440 peserta. Ke depan, mereka siap menjadi tunas integritas dan melawan penyebaran tindak korupsi.

Kegiatan yang bertema “Masa Depan Indonesia tanpa Korupsi” ini, menghadirkan tiga pembicara yakni Dr. Eko Handoyo M.Si., Suharsi S.KM., M.Kes., dan Zaka Akhmad S.IP., S.H.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Drs. Moh. Solehatul Mustofa M.A. mengingatkan kembali akan bahaya korupsi. Ia mengatakan bahwa “korupsi adalah hal yang merugikan negara. Korupsi diibaratkan seperti rayap yang memakan kayu dari dalam, yang membuat kayu terlihat kuat di luar, namun keropos di dalam. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi merupakan hal yang penting dalam menanggulanginya”.

Eko Handoyo menjelaskan masa depan Indonesia akan menjadi lebih baik tanpa korupsi. Sedikit maupun banyak, korupsi pasti akan menimbulkan dampak dan akibat bagi pelakunya.

“Mungkin tidak sekarang, tapi lambat laun dampak dari korupsi pasti akan terlihat. Jika dihubungkan dengan konteks agama, dampak tersebut bisa didapat saat masih hidup di dunia ataupun di akhirat kelak” jelas Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi tersebut.

Sementara itu, Suharsi menjelaskan bahwa kejahatan di Indonesia sudah luar biasa. Untuk menanggulanginya, perlu perubahan kearah yang lebih baik. Generasi muda harus mampu menjaga integritas dan memiliki dedikasi bagi bangsa dan negara. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda menerima estafet kepemimpinan bangsa.

Selanjutnya, Founder Sekolah Integritas Zaka Akhmad membahas terkait bentuk perilaku koruptif yang sering dijumpai di ranah Pendidikan.

“Perilaku koruptif itu banyak, seperti mencontek, datang terlambat, titip presensi, dan lain sebagainya. Perilaku tersebutlah yang nantinya menjadi cikal bakal tindakan korupsi” jelasnya.

Setelah paparan materi, acara dilanjutkan dengan tiga permainan antikorupsi yang dilakukan oleh peserta festival. Permainan yang diinisiasi oleh KPK ini, diharapkan dapat menanamkan nilai antikorupsi pada peserta.

 

Editor: Didi Pramono[:]