024-8508006

August 5, 2018
Tiga Mahasiswa FIS UNNES Jadi Panelis Termuda di Konferensi Internasional

Mawa FIS

 

Tiga Mahasiswa FIS UNNES diundang sebagai panelis pada International Conference on Islam and Muslim Societies (ICONIS) yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, bertempat di Ballroom Merapi Hotel Laras Asri Salatiga pada tanggal (1-2/8). Konferensi tersebut diikuti baik oleh sejumlah perguruan tinggi negeri/swasta di Indonesia maupun perwakilan dari luar negeri.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Arfan Habibi (Jurusan Sejarah), Muhammad Rais (Jurusan Geografi),  dan Nuzulul Fika Aulia (Jurusan Sosiologi dan Antropologi). Mereka berhasil menjadi salah satu panelis dari 55 paper yang dipresentasikan sekaligus menjadi satu-satunya panelis yang masih berstatus mahasiswa S1 setelah melalui proses seleksi dari lebih 300 tim yang mengirimkan penelitiannya pada konferensi tersebut.

Delegasi dari FIS UNNES tersebut membawakan 2 penelitian. Penelitian pertama berjudul “Moslem Friendly Route : GIS analysis for halal tourism development in Semarang” diangkat oleh Muhammad Rais dan Arfan Habibi sebagai studi interdisiplin. Penelitian kedua oleh Nuzulul fika yang berjudul “Clove broker women in Linggapura village : a learning model of moslem work ethic in the millennial era.”

Kegiatan tersebut merupakan ajang pertemuan para akademisi dan praktisi di bidang ilmu sosial dan humaniora yang sama-sama peduli terhadap kajian-kajian keislaman. Dari penelitian yang telah dipresentasikan akan dipilih 12 artikel untuk dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), jurnal yang telah terindeks Scopus sejak (12/8) 2017.

ICONIS 2018 mengusung tema “Being Muslim in a Disrupted Millenial Age” dengan menghadirkan mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin, DR. Azhar Ibrahim Alwee dari National University of Singapore (NUS), dan Prof Shaya’a Othman dari Insaniah University College (KUIN) Malaysia.

 

Sumber berita : unnes.ac.id