024-8508006

February 13, 2019
WORKSHOP PENYUSUNAN RPS DAN BAHAN AJAR FIS UNNES SEMESTER GENAP 2018/2019

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, Dr. Moh. Sholehatul Mustofa, MA membuka acara workshop penyusunan penysunan Rencana Pembelajaran Semester dan Bahan Ajar Semester Genap 2018/2019 pada Selasa, 12 Feburari 2019.

Acara yang digelar di Gedung C7 lantai 3 ini merupakan agenda rutin Fakultas Ilmu Sosial menjelang pembukaan perkuliahan untuk membekali para dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial agar dapat menyusun RPS dan bahan ajar sesuai dengan visi UNNES yang berwawasan konservasi.

Dalam sambutannya, Dr. Moh. Sholehatul Mustofa menjelaskan bahwa RPS dan Bahan Ajar yang akan disusun sebaiknya dapat mewujudkan nilai dalam visi konservasi dan reputasi internasional Universitas Negeri Semarang. “Perangkat pembelajaran berupa RPS dan Bahan Ajar harus menjadi perhatian utama bagi dosen, apalagi saat ini Kemenristek-Dikti menyarankan agar blended learning juga diintegrasikan ke dalam RPS dan diimplemtasikan pada setiap mata kuliah,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES.

Acara workshop penyusunan RPS dan Bahan Ajar ini menghadirkan Agung Yulianto, S.Pd, M.Si, Ketua Badan Penjaminan Mutu UNNES, sebaga nara sumber. Menurut Agung Yulianto, blended learning ini merupakan rekomedasi rekernas Kemenristek-Dikti 2019 yang dilakukan dengan menyesuaikan sistem kurikulum universitas yang diintegrasikan dengan system pembelajaran online tanpa menambah SKS. Pada semester ini, 20% dari jumlah mata kuliah di masing-masing program studi harus mengitegrasikan blended learning. Untuk itu, setiap program studi diminta untuk menentukan mata kuliah prodi yang akan diintegrasikan dengan blended learning. Lebih lanjut, Agung menambahkan bahwa setiap dosen setelah akhir perkuliahan akan diminta untuk menyerahkan porto folio pembelajaran dengan melampirkan RPS, kisi-kisi soal UAS, assessment plan, dan bukti-bukti perkuliahan.

Workshop penyusunan RPS dan Bahan ajar ini dihadiri oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan blended learning beberapa minggu yang lalu. Materi blended learning yang sudah disimulasikan ini membuat dosen-dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial sudah tidak merasa asing dengan program blended learning tersebut. Hal ini menjadi bukti keseriusan Fakultas Ilmu Sosial dalam mengitegrasikan blended learning dalam sistem pembelajaran di setiap prodinya. (AL)