024-8508006

August 5, 2019
FIS UNNES Gelar “International Symposium” Tentang Sejarah dan Kebudayaan

Menggandeng mitra kerja sama dari dalam negeri dan luar negeri FIS UNNES selenggarakan International Symposium on History and Culture (ISOHIC) 2019 pada Senin (5/8/2019).

Sejumlah lima pembicara dari India, Pakistan, Vietnam, dan Indonesia turut hadir menyampaikan paper dari hasil penelitian maupun analisisnya terkait dengan sejarah dan kebudayaan terkait dengan hubungan Indonesia dan India yang menjadi tema utama ISOHIC 2019.

Pembicara tersebut yakni Dr. Balraj Singh (Punjabi University, Patiala, India), Johan Richard Weintre, Ph.D. (Ketua IIFAS, APIRF, Vietnam), Dr. Sajid Mahmood Awan (Quaid-i-Azam University, Pakistan), Assistant Professor Nandita Banerjee ((Katwa College University of Burdwan, West Bengal), Parmpreet Singh (Research Scholar, Department of Public Administration, Punjabi University Patiala, Punjab, India) dan Dr. Maskota Delfi, M.Hum. (Universitas Andalas Padang).

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pembicara serta peserta yang hadir memenuhi ruangan di Gedung C7 Lantai 3 FIS. Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap semua program dan kegiatan sebagai realisasi kerja sama antara FIS UNNES dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dengan Punjabi University Patiala India yang sudah terjalin baik sejak tahun 2016 dan dengan International Indonesian Forum for Asian Studies, serta Asia Pacific International Research Forum yang diketuai oleh Johan Richard Weintre, Ph.D.

Sedangkan Prof. Dr. Wasino, M.Hum. (Wakil Dekan Bidang Akademik FIS) penggagas sekaligus Ketua ISOHIC 2019, menyampaikan bahwa simposium internasional ini merupakan salah satu wujud implementasi kerja sama dengan Punjabi University Patiala, India. ISOHIC 2019 diharapkan dapat meningkatkan iklim akademis di FIS UNNES, menambah wawasan dan pengetahuan dosen maupun mahasiswa terkait dengan hubungan Indonesia dan India dari perspektif sejarah dan kebudayaan kedua negara.