024-8508006

September 4, 2019

FIS UNNES TERIMA 7 MAHASISWA PROGRAM PERMATA-SAKTI 2019

Dekan FIS UNNES, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. di ruang kerjanya pada Rabu (4/9/2019) menerima secara resmi  7 (tujuh) mahasiswa Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI) Tahun 2019.

Mahasiswa tersebut adalah Ari Yusup/UPI, Trismayanti Fitrianingrum/UPI, Wahyu Nurvita Afnani/UM, Nurul Izzah Sofiyah/UM, Cut Fadhira/UNIMED, Tobi Enduanta Sebayong/UNIMED, dan Yulia Maulina/UNP.

Mereka akan mengikuti perkuliahan semester gasal 2019/2020 pada Prodi Pendidikan Geografi (2 mahasiswa), Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi (2 mahasiswa), Prodi Pendidikan IPS (2 mahasiswa), dan Prodi PPKn (1 mahasiswa).

Dekan FIS mengucapkan selamat datang dan selamat belajar di FIS UNNES kepada mahasiswa program PERMATA-SAKTI tersebut, dan berharap mereka dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di FIS UNNES sehingga akan merasa nyaman dalam belajar dan dapat meraih prestasi yang terbaik.

Sedangkan mahasiswa FIS UNNES yang mengikuti Program PERMATA-SAKTI ke perguruan tinggi mitra juga ada 7 (tujuh) mahasiswa.   Rochayani, M. Lukman Khakim, Anindya Farinsya Purba, Fina Rahma tina, dan Fatika K. Putri, kelima mahasiswa Jurusan SosAnt tersebut akan mengikuti perkuliahan kredit transfer selama setengah semester di UPI, UNP, UNM, dan UNIMED , dan 1 mahasiswa masing-masing dari Jurusan Geografi serta PKn ke UPI Bandung.

Program PERMATA-SAKTI yang dibiayai oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, perekat kebangsaan antar mahasiswa se-Indonesia, melalui pembelajaran antar budaya.

Selain itu juga untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill mahasiwa yang memiliki karakter Pancasila agar siap bergaul secara kooperatif dan kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di dunia demi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu. Kemudiuan juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer kredit, meningkatkan mutu Pendidikan tinggi melalui penguatan keunggulan komparatif masing-masing perguruan tinggi, dan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan mutu dan akses mahasiswa. (bs)