024-8508006

November 12, 2019

PAKAR SEJARAH DARI TIGA NEGARA BERIKAN KULIAH UMUM TENTANG SEJARAH KESEHATAN DI FIS UNNES

Semarang – Selasa (12/11/2019), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (FIS UNNES) selenggarakan kuliah umum dosen tamu (guest lecturer) dengan tema “Sejarah Kesehatan: Dari Masa Kolonial Hingga Kini”.

Tiga pakar sejarah sekaligus menjadi narasumber kuliah umum ini, yakni Profesor Johannes C Pols (Australia), Vivek Neelakantan, PhD (India) keduanya adalah dosen University of Sydney, dan Ravando (Indonesia) dari University of Melbourne Australia.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIS UNNES, Prof. Dr. Wasino, M.Hum. saat menyampaikan sambutan dan membuka kuliah umum ini mengucapkan terima kasih kepada ketiga narasumber yang bersedia berbagi ilmu pengetahuan khususnya tentang sejarah kesehatan di Indonesia. “Kuliah ini mengambil tema yang menggugah keingintahuan mahasiswa kami, apalagi dengan kehadiran para pakar yang telah menerbitkan buku-buku berkualitas tentang sejarah kesehatan di Indonesia yang akan menambah ilmu dan wawasan mahasiswa kami”, ungkapnya.

Dalam kuliah ini, Johannes C Pols mengupas bukunya yang berjudul “Merawat Bangsa: Sejarah Pergerakan Para Dokter Indonesia”. Dalam buku ini diuraikan tentang Dokter pribumi yang dikenal juga sebagai dokter Hindia Belanda, kaum intelektual pada masa kolonial, telah memberikan warna dalam proses diseminasi wawasan kebangsaan. Melalui sekolah dokter STOVIA di Batavia dan NIAS di Surabaya, mereka tidak hanya berkiprah di bidang kesehatan saja, tapi juga masuk ke ranah pergerakan kemerdekaan. Buku ini berfokus pada peran dokter-dokter Indonesia dalam pergerakan nasional di zaman kolonial. Para dokter bangsa ini bahu-membahu merawat dan memastikan Republik yang lahir dalam lingkungan revolusi fisik ini tetap hidup melalui masa-masa krisis di awal kelahirannya.

Vivek Neelakantan menyampaikan tetang sejarah kesehatan era Soekarno yang termua dalam bukunya yang berjudul “Memelihara Jiwa Raga Bangsa”. Buku ini mengungkapkan kondisi pada 1949, sistem kesehatan Indonesia hancur akibat 3,5 tahun pendudukan Jepang dan 4 tahun revolusi melawan Belanda. Negara Indonesia juga harus mengatasi epidemi dan penyakit endemik. Kementerian Kesehatan memprakarsai inisiatif kesehatan masyarakat selama Revolusi Indonesia (1945-1949) maupun awal 1950-an yang mampu menurunkan angka kematian. Hal ini menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Sedangkan Ravando menyampaikan materi terkait dengan bukunya yang berjudul “90 Tahun Rumah Sakit Panti Nirmala (Tiong Hwa Ie Sia): Sejarah, Peranan, dan Perjuangan”. Buku ini menceritakan peranan poliklinik Tiong Hwa Ie Sia di Malang, Jawa Timur, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitarnya. Buku ini menyajikan sejarah, peranan, dan perjuangan Tiong Hwa Ie Sia dari dulu hingga detik ini yang masih setia melayani masyarakat, walaupun sudah berganti nama menjadi RS Nirmla. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Tiong Hwa Ie Sia melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan ras, etnis, agama, maupun kemampuan finansialnya,” ungkap Ravando Lie yang juga selaku penulis buku tersebut.

Kuliah umum yang digelar di Gedung C7 FIS UNNES ini pun disambut dengan sangat antusias oleh mahasiswa FIS UNNES. Kuliah tentang Sejarah Kesehatan ini ternyata sangat menarik bagi mahasiswa, terlihat dari banyaknya mahasiswa yang hadir memenuhi ruangan, dan yang bertanya jawab dengan narasumber.

Dalam kesemepatan ini juga telah ditandatangani naskah kerja sama dalam publikasi dan pengembangan Jurnal Paramita FIS UNNES, yang dikembangkan sebagai Jurnal Internasional (Bereputasi), yakni Profesor Johannes C Pols dan Vivek Neelakantan, PhD dari University of Sydney, Australia sebagai Editorial Board Jurnal Paramita.  (bs).