024-8508006

November 29, 2019

PERKAYA REFERENSI KAJIAN ILMU SOSIAL, FIS UNNES BERMITRA DENGAN NATIONAL ARCHIVES NETHERLANDS (NAN)

Arsip merupakan dokumen peninggalan yang memuat informasi peristiwa pada suatu zaman. Indonesia dengan latar belakang sejarah panjang meninggalkan jejak-jejak kejadian yang sampai detik ini masih terpelihara dengan baik. Keberadaan arsip sebagai bukti peristiwa bersejarah di Indonesia tersebar ke seluruh penjuru dunia pada umumnya.

Belanda atu Netherlands merupakan bangsa dengan pengalaman mendalam sehubungan dengan masa lalu bangsa Indonesia. Tidak sedikit arsip-arsip yang memuat kejadian bersejarah di Nusantara masih tersimpan rapi di sana, diantaranya adalah untuk bahan riset/penelitian.

Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNNES menyelenggarakan Workshop Kajian Ilmu Sosial Menggunakan Arsip Nasional Belanda (29/11), bekerjasama dengan ‘Nationaal Archief Netherlands’ (NAN). Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan FIS UNNES dengan menghadirkan narasumber Nicolaas Antonius van Horn dari NAN, Belanda.

Dekan FIS UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta yang menaruh kepedulian pada sejarah Bangsa Indonesia. Bangsa yang besar tidak akan mencampakkan masa lalunya. Pengalaman sejarah dapat menjadi pelajaran berharga bagi masa depan bangsa/negara yang lebih baik.

Selain itu, kegiatan ini dinilai sangat selaras dengan semangat konservasi yang berupaya melestarikan keanekaragaman hayati/non-hayati. Arsip bersejarah adalah dokumen yang tidak bisa mendapat perlakuan secara sembarangan mengingat keawetan dan kelestariannya adalah hal mutlak yang harus dijaga. Merawat arsip adalah implementasi konkret dari nilai ‘PEDULI’ yang diusung oleh FIS UNNES.

Sementara itu van Horn mengungkapkan arsip merupakan dokumen jejak rekam peristiwa masa lampau yang dapat menjadi refleksi suatu zaman. Akses terhadap arsip saat ini dinilai sangat mudah karena sudah terdigitalisasi sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak, khususnya untuk dunia pendidikan.

Dalam kesempatan ini, Van Horn mempresentasikan secara langsung cara mengakses arsip NAN secara online di website NAN, dan hal ini sangat bermanfaat untuk memperkaya referensi dalam kajian ilmu sosial khususnya yang berhubungan dengan arsip/sejarah.

(KA, BS)