024-8508006

October 28, 2016

ANTARA KEBENARAN, KEBAIKAN DAN KEINDAHAN

[:id]mus-2


Kebenaran adalah sesuatu yang berkaitan dengan logika, fakta, bukti, kegunaan dan keyakinan. Dikatakan berkaitan dengan logika karena kebenaran merupakan hal dapat diterima oleh akal sehat. Berkaitan dengan fakta berarti kebenaran didukung oleh fakta atau bukti empiris dan kegunaan artinya kebenaran harus bermanfaat bagi alam semesta. Kebenaran berkaitan dengan kegunaan karena kebenaran merupakan suatu hal yang berkaitan dengan kemanfaatan bagi manusia. Kebenaran juga berkaitan dengan keyakinan yang bersumber pada ajaran agama. Secara kategori kebenaran dapat digolongkan menjadi kebenaran relative dan kebenaran absolut. Kebenaran logika dan empiris merupakan contoh kebenaran relative.

Kebenaran ilmu-ilmu pengetahuan termasuk kategori kebenaran relative. Namun demikian kebenaran ilmiah dapat dibedakan antara kebenaran ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu eksakta. Kebenaran ilmu-ilmu eksata yang berkaitan dengan ilmu-ilmu alam memiliki probabilitas kebenaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan probabilitas kebenaran ilmu-ilmu sosial. Hal itu disebabkan obyek kajian ilmu-ilmu sosial adalah manusia dan masyarakat yang dapat memanipulasikan fakta sosial sebagai sumber kajian ilmu-ilmu sosial sehingga dapat menimbulkan data bias yang lebih tinggi. Ilmu-ilmu alam adalah ilmu-ilmu yang subyek kajiannya berupa benda-benda alam tidak dapat memanipulasikan fakta yang menjadi sumber kajian sehingga derajat probabilitas kebenaran dalam ilmu alam menjadi lebih tinggi. Meskipun demikian kebenaran ilmu pengetahuan tetap bersifat relative. Kebenaran ilmu eksakta sekalipun dapat berubah ketika ditemukan fakta yang lebih baru, namun diakui perubahannya seringkali relative lebih lama dibandingkan kebenaran dalam ilmu sosial.

Di samping kebenaran relative terdapat kebenaran Ā yang bersumber pada keyakinan agama merupakan kebenaran absolut (menurut masing-masing penganutnya). Kebenaran agama didasarkan pada keyakinan oleh karena itu tidak perlu harus diukur atau diterimaĀ  secara logika atau dicari bukti-bukti empirisnya. Oleh karena itu kebenaran agama bersifat absolut.

Kebenaran berbeda dengan kebaikan moral. Kebenaran berkaitan dengan ilmu yang didasarkan pada logika atau rasio sedangkan kebaikan berkaitan dengan budi pekerti dan hati nurani. Contoh penemuan baru dalam bidang kedokteran tentang clonning dalam upaya pengembangbiakan mahluk hidup, khususnya hewan. Penemuan tersebut menunjukkan kebenaran bahwa pengembangbiakan hewan dapat dilakukan dengan cara clonning. Meskipun misalkan ada kebenaran bahwa clonningĀ Ā  bisa juga diterapkan kepada manusia hal tersebut bukan tindakan yang baik.

Kebaikan misalnya juga terlihat pada tindakan seseorang berbohong ketika ditanya oleh penjahat apakah ada seseorang bersembunyi di rumahnya dengan mengatakan tidak ada, padahal yang sesungguhnya ada, demi untuk memberikanĀ  perlindungan karena orang tersebut akan dianiaya orang lain. Berbohong pada dasarnya bukan tindakan yang benar tetapi dalam kasus seperti di atas oleh sebagian besar dapat dianggap perbuatan yang baik.

Seorang pencuri yang baik hati, dengan cara mencuri harta orang kaya lalu hasil curiannya diberikan kepada orang miskin atau rakyat jelata yang miskin. Meskipun memberikan santunan kepada orang miskin itu baik tetapi karena dilakukan dengan cara mencuri maka hal tersebutĀ  tidak dapat dibenarkan.

Kebenaran juga berbeda dari keindahan. Kebenaran berkaitan dengan ilmu yang didasarkan pada logika dan rasio sedangkanĀ  keindahan berkaitan dengan cita rasa seni.Ā  Sesuatu yang dalam ilmu pengetahuan sebagai kebenaran belum tentu sebagai keindahan. Seorang yang sedang menderita sakit flue secara ilmu pengetahuan jika akan bepergian seharusnya memakai masker, namun banyak yang tidak melakukannya. Hal itu karena dianggap mengganggu penampilan atau keindahan. Seorang wanita muslimah dibenarkan untuk menutup auratnya dihadapan masyarakat umum namun banyak yang tidak melakukan karena dinilai sebagian masyarakat yang tidak mau menggunakan menutupi kecantikan atau keindahan. Demikian pula ibu yang menyusui bayinya secara ilmiah akan mendukung pada kesehatan bayi tersebut tetapi banyak wanita yang tidak mau menyusui bayinya karena dianggap merusak keindahan organ alat menyusui bayinya.

Kebaikan tidak dapat dilepaskan dari kebenaran dan keindahan. Kebaikan moral akan menjadi tepat jika untuk hal-hal yang benar dan tidak tepat jika untuk hal-hal yang buruk. Sebagai contoh mengasihiĀ  anak-anak yatim dan orang-orang tertimpa musibah adalah hal yang baik, tetapi mengasihi kepada orang-orang yang menjadi koruptor, pelaku narkoba dan pencuri dan membebaskannya dari tuntutan hukuman adalah tidak baik. Kebaikan ada yang bersumber pada adat istiadat, ada pula yang bersumber pada agama.

Kebaikan yang bersumber pada adat istiadat bersifat local pada masyarakat pendukung adat setempat danĀ  tidak benar atau tidak berlaku pada pendukung adat istiadat lainnya. Wani ngalah luhur wekasaneĀ  dalam konsep Jawa yang berarti lebih baik mengalah jika ada berselisih dengan orang lainĀ  adalah nilai hidup yang baik menurut orang Jawa, tetapi mungkin tidak berlaku bagi orang Makassar. Bagi orang Makassar nilai-nilai yang dianggap baik adalah musuh pantang dicari tetapi jika datang pantang lari, yang berarti tidak perlu mencari permusuhan dengan orang lain, tetapi jika ada lawan datang harus dihadapi. Nilai hidup tersebut baik bagi orang Makassar tetapi mungkin tidak dianggap baik olehĀ  orang Jawa.

Drs Moh Solehatul Mustofa MA, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES[:]